Pembangunan Infrastruktur Harus Dukung Industri Rakyat

Jakarta-b-oneindonesia–Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah harus dapat terhubung dengan kawasan industri rakyat dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

“Ekonomi kita belum efisien, dan belanja infrastruktur belum memicu sektor ekonomi lain bergerak. Singkatnya, kurang nendang. Infrastruktur kita perlukan sebagai pengungkit dan memberikan dampak terhadap transformasi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Basuki Hadimuljono dalam keterangan rsemi di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Menteri PUPR menyatakan berbagai kawasan industri rakyat yang harus terhubung oleh infrastruktur antara lain adalah industri kecil dan kawasan pariwisata.

Ia juga mengingatkan bahwa daya tahan Indonesia sangat tergantung pada ketangguhan infrastruktur yang kita miliki di kota, desa, kawasan pedalaman, perbatasan, serta pulau-pulau terluar dan terdepan. “Daya tahan ini terbukti dengan bertahannya Indonesia dalam stagnasi ekonomi dunia lima tahun terakhir ini,” katanya.

Dalam kurun waktu selama lima tahun terakhir, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia mengalami peningkatan, dari posisi 61 pada tahun 2013 menjadi 52 pada tahun 2018.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, hingga akhir tahun 2019, panjang jalan beroperasi ditargetkan lebih kurang 1.500 kilometer atau melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang ditetapkan sepanjang 1.000 kilometer.

Sedangkan pada kuartal II tahun 2020, dengan tantangan dalam pengadaan lahan, Kementerian PUPR jalan tol yang akan selesai akan bertambah menjadi 1.852 kilometer.

Pembangunan jalan tol dalam lima tahun kedepan akan terus dilanjutkan dengan target sekitar 2.500 kilometer dengan perkiraan investasi Rp 250-375 triliun. Dalam pembangunannya, Pemerintah akan menggunakan pembiayaan dari investasi badan usaha maupun Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

 

Komentar