oleh

Forum Diskusi GK Center Gelar acara Infrastruktur & Optimalisasi PT Waskita

-Ekonomi-304 views

Jakarta,b-Oneindonesia – Pada era pemerintahan saat ini, program pembangunan infrastruktur dengan gencar dikerjakan di berbagai wilayah di Indonesia. Mengingat tujuan akhir dari infrastruktur sendiri adalah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, proses perencanaan serta pembangunannya perlu memperhatikan pemanfaatannya di kemudian hari.

GK Center menggelar diskusi mengenai infrastruktur, menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Bambang Rianto Direktur Operasional PT Waskita Karya Tbk, Firdaus Ali Staf Khusus Menteri PUPR, Ramdani Basri Presiden Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk. Dengan pembahas Artadinata Djangkar Direktur Ciputra Development Tbk, Iksan Ingratubun Ketum Akumindo (Asosiasi UMKM Indonesia).

Diskusi yang mengangkat dampak infrastruktur terhadap perekonomian, investasi dan tata kelola dengan tema ‘Manfaat Strategis Infrastruktur Untuk Kemajuan Indonesia’, yang diadakan di Costess Cafe, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Direktur Operasi PT Wika Bambang Rianto mengatakan, dalam sisi konsivitas kami telah membangun jalan tol hanya pulau yang kecil-kecil yang belum kami sentuh, sedangkan pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi itu sudah terjangkau dengan jalan tol.

“Kalau dahulu pada Orde Lama-Baru jalan tol yang terbangun hanya 400 Km, sedangkan PT Waskita pada 2014 itu sudah 1357 Km. Dari 1357 Km itu 468 Km sudah dioperasikan,” ujarnya.

Dampak dari pembangunan jalan tol, tambah Bambang yaitu tol Trans Jawa yang sebelumnya dari Jakarta-Surabaya memakan waktu hingga 20 Jam, kini hanya 10-12 jam dan itu sudah termasuk makan, istirahat dan lainnya.

Tidak hanya jalan infrastruktur, PT Waskita Karya Tbk terus memberikan kontribusi positif untuk di sektor infrastruktur. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembangunan di berbagai sektor antara lain bandar udara, bendungan, jalan tol, jalur perkeretaapian dan kelistrikan.

Manfaat pembangunan bandara tersebut antara lain adalah peningkatan jumlah pergerakan pesawat per hari dari sebelumnya 122 pergerakan menjadi 128 pergerakan.

“Sedangkan manfaat pembangunan bendungan antara lain sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air, sumber irigasi, sumber air bersih bagi masyarakat dan pengendali banjir,” jelas Bambang.

Untuk kontribusi kami kepada negara ada dua, pertama Deviden yang meningkat dengan tajam di tahun 2018 kami memberikan deviden kepada negara 654 Milyar. Kemudian pajak di tahun 2014 1,8 Triliun, 2015 meningkat menjadi 1,9 Triliun, 2016 2,1 Triliun, 2017 4,6 Triliun, di 2018 kami luar biasa bisa menyetor pajak 7,7 Triliun.

Share this:

Komentar

News Feed