oleh

Ketua Komite III DPD RI Syilviana Murni Dukung Pasar Guna Pemulihan Ekonomi Masyarakat Hadapi Covid-19

-Senayan-423 views

Jakarta, b-Oneindonesia – Sudah hampir 10 bulan Indonesia dilanda pandemi covid-19, sejak kasus pertama diumumkan secara resmi oleh pemerintah pada Maret lalu. Penambahan kasus positif menjadi menu harian di berbagai media. Melalui kondisi ini Ketua Komite III DPD RI, Sylviana Murni, dukung pasar guna pemulihan ekonomi masyarakat.

Salah satu klaster penularan yang cukup sering disebut ialah klaster pasar tradisional atau pasar rakyat. Pertemuan secara fisik yang menjadi kegiatan utama dalam rantai perdagangan di pasar tradisional disebut menjadi salah satu sumber penyebaran dan penularan covid-19.

Dalam data yang dirilis Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), jumlah pedagang pasar yang terinfeksi covid-19 menyentuh angka 1.568 pedagang dan 65 orang lainnya meninggal dunia di 275 pasar di Indonesia.

Para pengelola pasar tradisional sebagaimana kita ketahui mengambil beberapa langkah, guna memutus penularan virus korona, mulai penutupan pasar sementara waktu, pengaturan sistem lapak ganjil-genap, pengecekan suhu tubuh di pintu masuk pasar, sampai tes massal covid-19 bagi para pedagang.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, pada 2018 di seluruh wilayah Indonesia, terdapat setidaknya 14 ribu pasar tradisional, dengan jumlah pedagang mencapai 12,6 juta orang. Jumlah ini belum termasuk pemasok dan pengelola pasar. Besarnya jumlah pasar dan pedagang ini, tentunya signifikan untuk menopang perekonomian daerah di masa pandemi covid-19. Menurunnya aktivitas perekonomian pasar tradisional tentunya telah berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah melalui Menteri Perdagangan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No 12/2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang Dilakukan pada Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal. Surat ini bertujuan mengatur penyelenggaraan kegiatan perdagangan dalam rangka menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi barang dan jasa kebutuhan masyarakat, selama masa darurat bencana covid-19. Termasuk, memastikan aktivitas perdagangan di pasar tradisional tetap berjalan dan menerapkan protokol kesehatan.

Oleh karenanya, pemerintah daerah perlu hadir dalam memajukan pasar tradisional. Terutama pada masa pandemi seperti sekarang ini, dengan mendorong pemangku kepentingan pasar tradisional, termasuk asosiasi pedagang pasar, untuk beralih dari pola konvensional menjadi pola yang lebih modern.

Share this:

Komentar

News Feed