Rapat Komisi X DPR RI, Sandiaga Uno Terima PR & Paparkan 3 Program Unggulan Parekraf

Jakarta, b-Oneindonesia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melakukan rapat kerja pertama kali dengan Komisi X DPR. Sandiaga langsung diberikan beberapa catatan yang menjadi pekerjaan rumah, dari pimpinan Komisi X Syaiful Huda.

Mulanya, Syaiful memperkenalkan keseluruhan Komisi X kepada Sandiaga. Dia menyebutkan satu per satu anggotanya.

“Jadi kita total ada 53 orang dari 9 fraksi di Komisi X DPR RI,” kata Syaiful kepada Sandiaga dalam rapat kerja, Kamis (14/1/2021).

Salah satu catatan yang disampaikan Syaiful ke Sandiaga adalah soal kolaborasi Kemenparekraf dengan berbagai stakeholder. Dia mengatakan ada 30 juta orang yang menggantungkan nasibnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, maka dari itu kolaborasi dengan pihak lain sangat penting.

Salah satunya, Syaiful menyoroti soal wacana penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman. Menurutnya Sandiaga harus berkolaborasi dengan baik bersama Kemenkumham untuk merealisasikan wacana ini.

“Soal isu HKI misalnya, kami ingin ini jadi collateral di masa mendatang. Mau tak mau ini harus sinergi dengan Kemenkumham,” ujar Syaiful.

Syaiful juga menyoroti soal industri perfilman yang makin terpuruk di tengah pandemi. Menurutnya, Sandiaga harus bisa menghubungkan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk menjaga hidup industri perfilman.

“Nah soal industri perfilman juga ini mesti kolaborasi berbagai entitas dan stakeholder agar bisa tetap hidup,” kata Syaiful.

Syaiful juga mengingatkan Sandiaga agar dalam membuat kebijakan bisa memperhatikan UU Kepariwisataan dan UU Ekonomi Kreatif.

“Dalam bidang pariwisata, kita punya UU no 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, dan UU no 24 tentang Ekonomi Kreatif. Dari dua UU ini kami berharap Bang Menteri Sandi dalam merumuskan kebijakan berlandaskan UU tersebut,” kata Syaiful.

Lebih lanjut Syaiful meminta Sandiaga menyiapkan rencana dalam melakukan program inovasi di Kemenparekraf. Kemudian dia juga menekankan soal adaptasi pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi.

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR-RI, Sandiaga Uno memaparkan tiga program unggulan untuk memulihkan sektor pariwisata yang saat ini terdampak pandemi Covid-19.

Program pertama yaitu program Hibah Desain Kemasan Kuliner Nusantara, kita sebut dengan program BEDAKAN. Melalui program ini, Kemenparekraf berupaya meningkatkan dan mengembangkan usaha pelaku kreatif kuliner nusantara melalui pemahaman fungsi penting kemasan produk.

Kedua adalah program untuk pengembangan UMKM kriya, fesyen, dan kuliner melalui inkubasi. Di program INKUBASI ini, para pelaku kriya, fesyen dan kuliner mendapatkan pendampingan untuk menghasilkan produk berkelanjutan dengan kualitas yang memiliki potensi untuk dikembangkan dengan lebih baik sehingga memiliki nilai jual dan berdaya saing di tingkat nasional.

Ketiga, yaitu program aksi selaras energi atau kita sebut AKSILARASI. Tujuan program ini yaitu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah destinasi super prioritas dan prioritas. Bukan hanya dampak pada profit, tapi juga dampak kepada masyarakat. Bukan hanya di lima destinasi super prioritas, tapi juga di tempat lain yang menjasi potensi.

Komentar