oleh

“Parliament of The Year” Kembali Diraih Bamsoet

-Senayan-858 views

JAKARTA, B-ONEINDONESIA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo untuk ketiga kalinya mendapatkan penghargaan Parliament of The Year melalui ajang Teropong Parlemen Awards 2021, yang diselenggarakan media Teropong Senayan. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kiprah dirinya dalam memimpin MPR RI menghadapi pandemi Covid-19.

“Cara terbaik menghadapi pandemi Covid-19 adalah dengan membangun kesadaran kolektif serta semangat gotong royong dari segenap komponen bangsa, untuk mengaktualisasikan jiwa solidaritas kebangsaan melalui berbagai aksi sosial kemanusiaan. MPR RI merealisasikan semangat solidaritas tersebut melalui program MPR Peduli Lawan Covid-19, yang diisi berbagai kegiatan,” ujar Bamsoet usai menerima penghargaan Parliament of The Year 2021, secara virtual di Jakarta, Rabu (17/3/21).

Bamsoet memaparkan, kegiatan MPR Peduli Lawan Covid-19 antara lain pengumpulan donasi, penyaluran bantuan sembako dan alat pelindung diri/APD (berupa masker, sarung tangan, hand sanitizer). Disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dari berbagai kalangan, mulai dari pengemudi ojek online, insan pers, hingga petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19.

“Berbagai kegiatan sosial kemanusiaan tersebut merupakan manifestasi nyata dari perwujudan Majelis sebagai representasi rakyat. Kepekaan dan solidaritas sosial ini harus tetap dilestarikan sebagai bagian dari jiwa bangsa. Sekaligus sebagai modal dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan yang hadir seiring dinamika zaman,” papar Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengapresiasi media Teropong Senayan yang konsisten memberikan apresiasi terhadap figur dan tokoh parlemen yang dinilai berhasil melaksanakan tugas konstitusionalnya. Khususnya sebagai representasi, penyalur, dan pejuang aspirasi rakyat.

“Pemberian penghargaan ini membuktikan bahwa kerja politik yang berintegritas dari setiap anggota dewan dan majelis, tidak luput dari pengamatan dan apresiasi publik. Di tengah pandangan kritis masyarakat, ajang Teropong Parlemen Award ini dapat memberikan nilai keseimbangan dalam membangun perspektif positif publik terhadap kinerja anggota dewan dan majelis,” tandasnya.

Lanjut Bamsoet berharap ajang Teropong Parlemen Awards ini juga dapat menjadi inspirasi bagi segenap komponen bangsa agar tidak lelah mengabdikan diri pada kepentingan masyarakat. Sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

“Penyelenggaraan acara ini juga menyiratkan komitmen bersama, bahwa pandemi tidak menghalangi kita untuk tetap berkarya dan berkinerja. Sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan performa anggota dewan dan majelis dalam melaksanakan tugas konstitusional,” pungkas Bamsoet.

Selain penghargaan Parliament of The Year 2021, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga telah mendapatkan berbagai penghargaan. Antara lain Adhi Karya Award (1995); Top Eksekutif Indonesia (1996); PWI News Maker Award (2010); The Best and The Next Legislator Award 2014 dari Berlian Organizer (2014); 10 Tokoh Politik dengan Branding Otentik dari Polaris Data and Story Lab (2018); Anugerah Pers Jawa Tengah dari Suara Merdeka Network (2018); Best Communicators dari majalah PR Indonesia (2018); Golden Democracy Award dari Rakyat Merdeka Online (2018).

Ada pula penghargaan The Best and The Next Legislator Award 2019 dari Berlian Organizer (2019); Parliament of The Year 2019 dari Teropong Senayan (2019); Best Parliamentarians dari Obsession Media Group (2019); IJTI Jawa Tengah Award dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Jawa Tengah (2019); Democracy Award dari Moeslim Choice Media Networks (2019); Indonesia Digital Initiative Awards dari Diksi Digital Indonesia, Maven Digital Asia dan Circle Communication (2019).

Dilanjutkan Parliament of The Year 2020 dari Teropong Senayan (2020), Rising Star of Democracy dari Teropong Senayan (2020), Best Institution Leader dari Obsession Media Group (2020), Inspiring Leader of Politician dari Teropong Senayan (2020), dan APERSI Award 2020 dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI).

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengoleksi berbagai rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Antara lain Penyelenggara Turnamen Catur dengan Peserta Master Terbanyak di Dunia (2019); Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kejuaraan Tembak Nasional Legislator Championship dengan Penembak Terbanyak (2020); dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada Anggota Komunitas Motor Terbanyak (2020).

RESPON ISU AKTUAL KETUA MPR RI BAMBANG SOESATYO
RABU 17 MARET 2021

1. Pernyataan Menteri Perhubungan/Menhub yang tidak melarang kegiatan mudik Lebaran 2021, respon Ketua MPR RI :

A. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan/Kemenhub bersama Satuan Tugas/Satgas Penanganan Covid-19, untuk mempersiapkan dan menghadapi kemungkinan yang akan terjadi dengan mengatur dan menyusun mekanisme protokol kesehatan yang ketat, seperti syarat kesehatan, testing, dan tracing kepada masyarakat yang akan bepergian baik melalui darat, laut, dan udara.

B. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenhub bersama pengelola transportasi darat, laut, dan udara untuk bekerjasama dalam memantau persiapan dan proses mudik, dengan menyiapkan skenario jam keberangkatan sehingga tidak terjadi penumpukan massa dan protokol kesehatan tetap dapat diterapkan secara maksimal.

C. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenhub, mempersiapkan seluruh keperluan dan kuota transportasi untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2021, sehingga tidak menimbulkan kluster baru dalam arus mudik Lebaran 2021.

D. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenhub bersama Satgas Penanganan Covid-19 mengantisipasi terjadinya potensi penularan Covid-19 dalam arus mudik Lebaran 2021, dengan menetapkan angkutan penumpang hanya diperbolehkan maksimal 50 persen saja, serta memperhatikan isu strategis yang berpotensi muncul apabila mudik dalam suasana pandemi covid-19 dilaksanakan.

2. Kementerian Kesehatan/Kemenkes resmi menunda pendistribusian vaksin Covid-19 AstraZeneca yang telah tiba di Indonesia yaitu sebanyak 1,1 juta dosis vaksin yang memiliki masa kedaluwarsa pada akhir Mei 2021, respon Ketua MPR RI :

A. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, untuk menjelaskan secara terbuka tentang alasan ditundanya pendistribusian vaksin AstraZeneca, dan segera menyelesaikan hambatan atau alasan penangguhan vaksin tersebut, mengingat tidak lama lagi vaksin tersebut akan segara memasuki masa kedaluwarsa.

B. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM, terus berkoordinasi dengan World Health Organization/WHO untuk memastikan keamanan dan dampak dari vaksin AstraZeneca tersebut. Sekalipun Indonesia dalam kondisi kekurangan vaksin covid-19, namun vaksin yang ada harus tetap memenuhi standar keamanan dan efikasi yang telah ditetapkan.

C. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, harus memastikan vaksin AstraZeneca telah melalui tahapan uji klinis yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, hal ini untuk memberikan kepastian atas keamanan pengguna vaksin, disamping juga melakukan proses pengecekan secara fisik/quality control.

D. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, untuk tetap menerapkan asas kehati-hatian dalam mendistribusikan dan memberikan vaksin AstraZeneca kepada masyarakat Indonesia, mengingat pemberian vaksin berkaitan dengan kesehatan setiap individu maupun kelompok.

3. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, respon Ketua MPR:*

A. Mendorong Komisi Fatwa MUI untuk menyampaikan secara detail dan menjelaskan dasar pengambilan keputusan tentang Fatwa No 13 Tahun 2021 kepada masyarakat, khususnya ketentuan yang berkaitan dengan hukum yang tercantum dalam Fatwa tersebut.

B. Mendorong pemerintah untuk dapat menyosialisasikan sekaligus menjelaskan isi dari Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tersebut kepada masyarakat luas, agar masyarakat khususnya umat Islam dapat memahami dan menghilangkan keraguan untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah pada bulan Ramadhan.

C. Mendorong pemerintah agar dalam menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 pada bulan Ramadhan sebaiknya tetap memperhatikan kondisi masyarakat khususnya umat Islam yang sedang berpuasa. Seperti, penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan khusus bagi umat Islam, mengingat pada saat kondisi sedang berpuasa dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.

D. Mengimbau agar umat Islam tetap mendukung dan ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan pemerintah. Sebab, hal ini penting untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity) dan terbebas dari wabah Covid-19.

Share this:

Komentar

News Feed