oleh

Bamsoet Bantu APD Bagi Tenaga Medis : Peran Masyarakat Faktor Kunci Pemulihan Kehidupan & Ekonomi

-Senayan-306 views

Jakarta, b-Oneindonesia – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Relawan 4 Pilar dan organisasi kemasyarakatan Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) kembali mengirimkan bantuan untuk para dokter dan tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit. Kali ini bantuan ditujukan kepada RSUD Cimacan, Cianjur dan RS Tingkat II Dustira Cimahi, Jawa Barat. Total bantuan berupa 100 pcs APD, 120 pcs rapid test Covid-19, 300 pcs masker Sensi, dan 200 kaleng susu bear brand.

“Upaya gotong royong ini adalah ikhtiar kita untuk membantu dokter dan tenaga kesehatan terlindungi jiwa serta raganya. Ketenangan dan keselamatan mereka menjalankan tugas adalah faktor penting dalam penanganan Covid-19,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (24/4/20).

Mantan Ketua DPR RI ini menambahkan, pemberian bantuan APD juga dimaksudkan untuk memotong mata rantai oknum-oknum yang ingin mengambil untung terlalu besar dari menjual APD dan alat penunjang kesehatan lainnya ke rumah sakit. Karena hingga saat ini, masih ada saja oknum penjual yang menimbun barang maupun menjualnya dengan harga selangit.

“Mengambil keuntungan besar demi kepentingan pribadi dalam musibah, tentu tidak dapat dibenarkan. Kepolisian perlu melakulan tindakan tegas terhadap mereka,” kata Bamsoet.

Bamsoet mengungkapkan, data Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) per 22 April 2020 mencatat sudah 24 dokter meninggal saat merawat pasien Covid-19. Sementara data Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat sedikitnya sudah 16 perawat yang gugur.

“Rata-rata penyebab gugurnya adalah ketiadaan APD. Ironis sekali, layaknya tentara yang ditugaskan ke medan perang, para dokter dan tenaga kesehatan malah tak dibekali senjata terbaik,” tandas Bamsoet.

Ditengah keterbatasan APD dan penunjang medis lainnya, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini kagum dengan semangat juang para dokter dan tenaga kesehatan dalam membantu pasien Covid-19. Bahkan PB IDI telah mencetuskan ‘Gerakan Dokter Semesta Melawan Covid-19’, sebagai penunjang atas minimnya ketersediaan dokter spesialis paru yang hanya berjumlah sekitar 1.107 orang dari kebutuhan ideal 2.600. Padahal, dokter spesialis paru memiliki peran penting dalam penanganan Covid-19.

“Gerakan Dokter Semesta Melawan Covid-19 yang dicetuskan IDI merupakan wujud semangat gotong royong para dokter, baik yang spesialis maupun umum, untuk terlibat dalam penanganan Covid-19 sesuai kompetensinya masing-masing. Jika dokter saja bersedia gotong royong, sebagai warga negara yang baik, kita pun harus bersedia melakukan gotong royong dalam bentuk apapun. Minimal, gotong royong dengan berdiam diri di rumah, tidak mudik serta melakukan pembatasan aktifitas sosial,” ujar Bamsoet.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan kesadaran dan peran semua elemen masyarakat memutus rantai penularan Covid-19 menjadi faktor kunci bagi semua upaya pemulihan. Caranya, cukup taat dan konsisten menerapkan pembatasan sosial.

“Saya yakin semua orang sudah mencatat bahwa Pandemi Covid-19 telah menimbulkan kerusakan dahsyat yang tak pernah diperhitungkan sebelumnya. Tak hanya mengancam keselamatan jiwa manusia di dunia, melainkan juga telah meluluhlantakan sendi-sendi perekonomian global,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (24/4/20).

Bamsoet menuturkan, upaya mengakhiri pandemi Covid-19, serta upaya pemulihan ekonomi dari resesi, tak cukup hanya mengandalkan peran dan fungsi pemerintah di setiap negara. Peran serta masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mutlak diperlukan. Kesadaran dan peran masyarakat memutus rantai penularan Covid-19 menjadi faktor kunci bagi semua upaya pemulihan, baik pemulihan kehidupan bersama maupun pemulihan ekonomi dari resesi.

“Penderitaan dan ketidaknyamanan yang dirasakan miliaran orang sekarang ini lebih karena pilihan yang mengutamakan keselamatan jiwa bersama. Semua negara memilih menghentikan sementara produksi dan perdagangan demi keselamatan masyarakat, sekaligus memutus rantai penularan Covid-19. Rantai penularan itu bisa diputus jika semua orang, dengan kesadaran penuh, taat dan konsisten menjaga jarak di ruang publik,” tandas Bamsoet.

Sebaliknya, lanjut mantan Ketua DPR RI ini, jika imbauan jaga jarak tidak dilaksanakan, durasi pandemi Covid-19 akan semakin lama. Konsekuensinya, durasi penderitaan dan ketidaknyamanan pun akan semakin panjang pula. Tentu saja hal seperti itu bukan menjadi keinginan bersama.

“Logikanya sederhana saja, proses normalisasi kehidupan dan pemulihan ekonomi bisa segera diwujudkan jika semua orang mau melindungi dirinya dengan menjaga jarak agar tidak terinfeksi Covid-19. Hanya dengan cara sesederhana itulah kecepatan penularan Covid-19 bisa diredam,” kata Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, untuk meredam laju penularan Covid-19 di Indonesia, kebijakan pemerintah yang melarang mudik sangat tepat. Tinggal dibutuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk mematuhi kebijakan tersebut.

“Larangan mudik harus dipahami sebagai upaya cegah-tangkal penularan Covid-19. Komunitas perantau diharapkan mematuhi larangan ini. Sebaliknya, jika larangan mudik tidak dipatuhi, upaya menahan kecepatan penularan Covid-19 menjadi semakin sulit,” jelasnya.

RESPON ISU AKTUAL KETUA MPR RI BAMBANG SOESATYO, JUMAT 24 APRIL 2020

1. Pelarangan mudik Lebaran 2020 yang diumumkan Presiden pada Selasa lalu berpotensi menggerus bisnis berbagai moda angkutan umum, terutama layanan bus dan mobil sewa lintas kota sehingga dikhawatirkan akan banyaknya pengusaha angkutan umum yang bangkrut/gulung tikar, respon Ketua MPR RI :

A. Mendorong pemerintah memberikan stimulus untuk menjaga bisnis angkutan darat, bisa berupa kelonggaran pembayaran pajak PPh 23 dan PNBP sampai batas waktu tertentu tanpa penagihan, memberikan kelonggaran beban biaya perpanjangan surat tanda kendaraan bermotor (STNK), atau mengurangi berbagai beban pungutan yang harus disetor oleh entitas otobus, guna menjaga ketahanan bisnis perusahaan otobus.

B. Mendorong pemerintah dapat segera menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja angkutan umum yang terdampak, dalam hal ini para karyawan/awak bus perusahaan otobus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebagai bentuk kompensasi bagi para awak bus yang kehilangan pendapatannya akibat penyetopan operasional sementara tersebut.

C. Mendorong agar pemerintah menggandeng Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk ikut terlibat dalam distribusi bantuan sosial (bansos) berupa sembako bagi awak bus atau karyawan perusahaan oto bus yang kurang mampu, hal ini supaya pengusaha angkutan darat terutama pengemudinya juga tetap bisa memperoleh penghasilan untuk keberlangsungan hidupnya, mengingat selama ini pemerintah hanya melibatkan transportasi daring/ojek online.

2. Distribusi bahan pangan terhambat karena awak angkutan harus melakukan swakarantina selama 14 hari, terutama setelah mengantar barang ke wilayah yang tergolong zona merah Covid-19. Akibatnya mereka tidak bisa segera kembali mengangkut barang dari sentra produksi ke pasar, respon Ketua MPR RI:

A. Mendorong pemerintah mempertimbangkan untuk membangun terminal pangan sebagai upaya untuk menjamin kelancaran arus logistik dan distribusi selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah guna mencegah penularan virus Covid-19.

B. Mendorong pemerintah perlu berkoordinasi antarpemangku kepentingan dan melakukan kajian soal skala keekonomian guna mewujudkan terminal pangan yang dapat menjadi solusi dalam memudahkan pengusaha logistik mendistribusikan bahan pangan.

C. Mendorong agar sebelum membangun terminal pangan, pemerintah perlu mencari lokasi strategis yang dapat memudahkan akses dan distribusinya dengan menggandeng pihak-pihak terkait.

D. Mendorong pemerintah agar terminal pangan disiapkan di tiap provinsi atau wilayah, baik di sentra produsen maupun daerah sasaran pengangkutan, mengingat terminal pangan akan menjadi zona netral penyediaan barang dan pengangkutan.

3. Perlunya perbaikan dan pembaharuan terhadap data masyarakat penerima bantuan sosial/bansos, respon Ketua MPR RI:

A. Mendorong Pemerintah melakukan update data penerima bansos setiap harinya dan melakukan validasi terhadap data tersebut, sehingga dapat memastikan target penerima bansos tepat sasaran.

B. Mendorong Pemerintah mengevaluasi perihal pendataan penerima bansos dan proses pendistribusian bansos, karena hingga saat ini masih ada penerima bansos yang tidak tepat sasaran.

C. Mendorong agar Pemerintah transparan dalam mendata dan melakukan pendistribusian bansos, serta terus melakukan koreksi/perbaikan, sehingga dapat meningkatkan kualitas data penerima bansos yang tepat sasaran.

D. Mendorong Pemerintah Daerah juga perlu memberikan informasi dan meningkatkan pengawasa pengawasan terhadap penyaluran bansos, karena banyak masyarakat yang masih belum mengetahui informasi terkait program bansos tersebut.

E. Mendorong Pemerintah Daerah dapat segera mencari solusi dalam mengatasi permasalahan data bansos ini, dikarenakan saat ini jumlah warga yang mengalami kesulitan jauh lebih banyak dibandingkan data masyarakat miskin yang tercatat pada situasi sebelum wabah Covid-19. Oleha karena itu, penting bagi Pemerintah untuk memastikan stok bansos yang akan didistribusikan cukup dan adil.

4. Ditetapkannya 1 Ramadan 1441 Hijriah pada hari ini, 24 April 2020, respon Ketua MPR RI:

A. Mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh Warga Negara Indonesia/WNI berumat muslim di manapun berada, agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan lancar.

B. Mengimbau kepada seluruh umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa agar dapat menjalankan ibadah puasa sesuai dengan protokol kesehatan pandemi Covid-19 sesuai dengan yang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020, serta tidak menjadikan hal tersebut untuk mengurangi semangat dalam meningkatkan ibadah Ramadan 2020.

C. Mendorong Pemerintah agar memastikan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat dapat didistribusikan tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan 2020 dapat tetap terpenuhi.

D. Mendorong kepada seluruh masyarakat agar dapat turut berbagi kepada sesama yang lebih membutuhkan, khususnya selama Ramadan 2020, mengingat saat ini Indonesia masih dalan status darurat pandemi virus corona dan banyak masyarakat yang masih mengalami kesusahan.

E. Mengimbau masyarakat mematuhi aturan untuk tidak mudik atau mengundur waktu mudik sesuai arahan pemerintah dan dapat menerima serta memaklumi hal tersebut, sehingga dapat meminimalisir potensi penularan penyakit kepada orang lain.

Terimakasih.

Share this:

Komentar

News Feed