AYANEO 3 merupakan komputer gaming genggam berbasis Windows yang membawa pendekatan berbeda melalui sistem pengendali modular. Pemain tidak lagi terikat pada satu susunan stik dan tombol karena kedua modul kontrol dapat dilepas, diputar, diganti, serta disesuaikan dengan jenis permainan.
Perangkat ini diperkenalkan pada Januari 2025 dengan dua pilihan prosesor AMD. Varian tertingginya memakai Ryzen AI 9 HX 370 dengan grafis Radeon 890M, sementara versi lain menggunakan Ryzen 7 8840U bersama Radeon 780M.
AYANEO juga menyediakan dua pilihan layar berukuran 7 inci. Pengguna dapat memilih panel OLED dengan refresh rate mencapai 144 Hz atau panel LCD 120 Hz yang mendukung Variable Refresh Rate. Keduanya memakai resolusi 1.920 x 1.080 piksel.
Kombinasi prosesor, layar, sistem modular, RAM LPDDR5x, SSD M.2 2280, dua USB4, dan OCuLink menempatkan AYANEO 3 sebagai perangkat kelas atas. Namun, baterai 49 Wh serta harga konfigurasi tertinggi menjadi pertimbangan yang tidak boleh dilewatkan.
Magic Module Mengubah Susunan Kontrol Sesuai Permainan
Magic Module menjadi fitur utama yang membedakan AYANEO 3 dari sebagian besar perangkat Windows genggam lainnya. Area kontrol di sebelah kiri serta kanan layar dibuat sebagai ruang untuk memasang modul yang dapat dilepas.
Setiap modul dikunci menggunakan struktur empat pengait. Pelepasannya digerakkan oleh motor stepper internal sehingga modul tidak dapat terlepas hanya karena tertarik atau terkena tekanan saat perangkat digunakan.
Pengguna dapat membuka kunci melalui AYASpace. Kedua modul juga bisa dilepaskan dengan menahan tombol pergantian mode kontrol di bagian bawah perangkat sampai indikator menyala.
Komunikasi antara modul dan sistem menggunakan titik kontak logam. Setelah modul terpasang, perangkat akan mengenali jenis serta orientasinya untuk menyesuaikan fungsi input.
Sebagian modul dapat diputar 180 derajat. Pengguna dapat menempatkan stik analog di atas atau bawah, menyerupai susunan Xbox maupun PlayStation. Pendekatan ini memberi kebebasan lebih besar daripada tata letak permanen.
AYANEO menyebut kombinasi modulnya dapat menghasilkan hingga 56 susunan kontrol. Jumlah tersebut dihitung dari pilihan jenis modul, posisi pemasangan, dan orientasi yang tersedia.
“Magic Module tidak hanya menjadi hiasan teknis. Sistem ini memberi jawaban bagi pemain yang selama bertahun tahun harus menyesuaikan tangan dengan susunan kontrol pilihan produsen.”
Modul Standar Belum Mencakup Seluruh Pilihan
AYANEO 3 dijual dengan modul stik dan tombol standar. Paket tersebut sudah cukup untuk memainkan sebagian besar game PC yang mendukung pengendali Xbox.
Modul tambahan dipasarkan sebagai satu set terpisah. Isinya mencakup enam modul, empat kepala stik dengan bentuk berbeda, alat penarik tombol, serta kotak penyimpanan.
Modul touchpad dapat digunakan untuk mengendalikan kursor atau memainkan game yang membutuhkan gerakan penunjuk secara cepat. Pemain strategi, simulasi, atau tembak menembak dapat memperoleh kontrol yang lebih sesuai dibandingkan hanya mengandalkan stik analog.
Fighting Module menyediakan susunan enam tombol di bagian muka. Bentuk ini menyerupai pengendali khusus game pertarungan sehingga kombinasi serangan dapat dijangkau tanpa terlalu banyak menggunakan tombol bahu.
Modul standar tersedia dengan pilihan karakter tombol berbeda. Versi conductive rubber menawarkan tekanan yang lebih lembut, sedangkan thin film micro action memberikan sensasi klik dan respons lebih tegas.
Tombol ABXY juga dapat dilepas menggunakan alat yang disertakan dalam paket modul. Hurufnya dapat dipindahkan agar tetap benar ketika modul diputar 180 derajat.
Keharusan membeli paket tambahan perlu dimasukkan dalam perhitungan biaya. Fitur modular paling lengkap baru terasa setelah pengguna mempunyai beberapa jenis modul, bukan hanya pasangan yang terpasang dari pabrik.
Ryzen AI 9 HX 370 Menjadi Pilihan Performa Tertinggi
Varian utama AYANEO 3 memakai AMD Ryzen AI 9 HX 370. Prosesor tersebut mempunyai 12 inti CPU dan 24 thread dengan arsitektur gabungan Zen 5 serta Zen 5c.
Empat inti Zen 5 menangani pekerjaan yang membutuhkan performa tinggi, sedangkan delapan inti Zen 5c menawarkan kepadatan komputasi serta efisiensi lebih baik. Pengaturan beban dikelola oleh sistem agar daya tidak selalu dihabiskan pada seluruh inti.
Kecepatan maksimum prosesor dapat mencapai sekitar 5,1 GHz dalam keadaan tertentu. Angka tersebut tidak berjalan secara terus menerus karena perangkat harus menyesuaikan temperatur dan batas daya.
Sektor grafis ditangani Radeon 890M berbasis RDNA 3.5. GPU terintegrasi ini mempunyai 16 Compute Unit, lebih banyak daripada Radeon 780M yang membawa 12 Compute Unit.
Radeon 890M menggunakan sebagian RAM sistem sebagai memori grafis. Karena itu, kapasitas serta kecepatan LPDDR5x berpengaruh terhadap pengalaman memainkan game.
AYANEO menyatakan sistem pendinginnya mampu mempertahankan penggunaan daya sekitar 35 watt. Pada tingkat tersebut, performa game dapat meningkat, tetapi konsumsi baterai serta suara kipas ikut bertambah.
Ryzen AI 9 HX 370 juga mempunyai NPU untuk mempercepat tugas kecerdasan buatan yang kompatibel. Pada penggunaan gaming, GPU tetap menjadi komponen utama. NPU lebih berguna pada aplikasi yang memang mendukung pemrosesan AI secara lokal.
Ryzen 7 8840U Menawarkan Pilihan Lebih Terjangkau
AYANEO turut menyediakan Ryzen 7 8840U untuk pengguna yang tidak memerlukan konfigurasi tertinggi. Prosesor tersebut memiliki delapan inti Zen 4 dan 16 thread.
Grafis Radeon 780M berbasis RDNA 3 mempunyai 12 Compute Unit. Kemampuannya masih memadai untuk game kompetitif, permainan independen, emulasi, serta sejumlah judul AAA dengan penyesuaian resolusi dan kualitas visual.
Perbedaan performa dengan Ryzen AI 9 HX 370 akan terlihat lebih jelas pada game yang memberi beban tinggi kepada GPU. Radeon 890M mempunyai unit grafis lebih banyak, tetapi peningkatan hasil tidak selalu sebanding lurus karena daya serta temperatur ikut membatasi.
Pada game ringan, kedua prosesor dapat menghasilkan pengalaman yang berdekatan. Layar, konfigurasi RAM, pengaturan daya, dan batas FPS sering lebih berpengaruh daripada selisih kemampuan maksimum.
Ryzen 7 8840U dapat menjadi pilihan masuk akal apabila selisih harga cukup besar. Dana yang tersisa dapat dialihkan untuk kapasitas SSD, paket Magic Module, tas pelindung, atau perangkat tambahan.
Pembeli perlu memeriksa kode konfigurasi secara teliti. Jenis prosesor, layar, kapasitas memori, penyimpanan, dan warna dapat berbeda meskipun seluruhnya menggunakan nama AYANEO 3.
Panel OLED 144 Hz Mengutamakan Warna dan Kontras
Layar OLED AYANEO 3 berukuran 7 inci dengan resolusi Full HD. Pengguna dapat memilih refresh rate 60, 90, 120, atau 144 Hz melalui pengaturan.
Setiap piksel OLED menghasilkan cahayanya sendiri. Piksel dapat dimatikan ketika menampilkan warna hitam sehingga tingkat hitam terlihat lebih dalam dan kontras menjadi sangat tinggi.
Panel tersebut mempunyai kecerahan maksimum yang diklaim mencapai 800 nit. Volume warna sRGB disebut mencapai sekitar 150 persen, sedangkan DCI P3 berada di sekitar 110 persen.
Game dengan lingkungan gelap, efek cahaya, serta warna kuat akan terlihat menarik pada OLED. Respons piksel yang cepat juga membantu menjaga gerakan tetap tajam pada adegan berkecepatan tinggi.
Refresh rate 144 Hz paling berguna untuk permainan kompetitif yang mampu menghasilkan FPS tinggi. Game AAA berat belum tentu mencapai angka tersebut, terutama jika dijalankan pada resolusi asli 1.080p.
Pengguna tetap perlu memperhatikan risiko retensi gambar pada OLED. Elemen antarmuka yang tampil tetap selama berjam jam dapat meningkatkan risiko keausan piksel yang tidak merata. Mengatur waktu mati layar dan menyembunyikan elemen statis dapat membantu perawatan.
Layar LCD 120 Hz Menawarkan Dukungan VRR
Pilihan LCD menggunakan ukuran dan resolusi yang sama, tetapi refresh rate maksimumnya berada pada 120 Hz. Kecerahan puncak diklaim sekitar 500 nit dengan cakupan sRGB 100 persen.
Keunggulan penting panel LCD terletak pada dukungan Variable Refresh Rate. Teknologi ini menyelaraskan penyegaran panel dengan jumlah bingkai yang dihasilkan GPU.
Handheld sering menghasilkan FPS yang berubah karena daya dan beban permainan tidak selalu stabil. VRR membantu mengurangi gambar terpotong dan sentakan ketika angka FPS bergerak dalam rentang dukungannya.
Panel LCD memakai orientasi lanskap asli. Hal ini membantu mengurangi persoalan kompatibilitas yang terkadang muncul pada game lama ketika sistem menggunakan panel potret yang diputar melalui perangkat lunak.
Waktu responsnya tercatat sekitar 7 milidetik. Angka tersebut tidak secepat OLED, tetapi masih cukup untuk mayoritas permainan.
Pemilihan antara OLED dan LCD tidak hanya ditentukan kualitas warna. OLED unggul pada kontras, respons piksel, dan refresh rate tertinggi. LCD menarik bagi pengguna yang lebih mengutamakan VRR serta kestabilan gerakan pada FPS yang berubah.
RAM LPDDR5x Tersedia hingga 64 GB
AYANEO 3 menggunakan memori LPDDR5x berkecepatan 7.500 MT per detik. Pilihan kapasitas dimulai dari 16 GB dan dapat meningkat menjadi 32 GB atau 64 GB.
RAM terpasang langsung pada papan utama dan tidak dapat diganti seperti modul memori laptop. Pembeli harus menentukan kapasitas sejak awal.
Konfigurasi 16 GB masih dapat menjalankan banyak game, tetapi ruangnya lebih terbatas karena Windows dan Radeon mengambil memori dari kapasitas yang sama. Beberapa game terbaru juga mempunyai kebutuhan RAM semakin besar.
Kapasitas 32 GB menawarkan keseimbangan yang lebih baik. Pengguna dapat memberikan alokasi memori lebih luas kepada GPU sambil menjalankan Windows, peluncur game, aplikasi komunikasi, serta layanan lain.
RAM 64 GB lebih sesuai untuk pekerjaan khusus, penggunaan mesin virtual, pengolahan media berat, atau pengguna yang menghubungkan perangkat ke monitor sebagai komputer utama. Mayoritas game tidak memerlukan kapasitas sebesar itu.
Harga meningkat cukup tajam pada konfigurasi memori tertinggi. Pembeli perlu membedakan antara kebutuhan nyata dan keinginan memiliki spesifikasi terbesar.
SSD M.2 2280 Memudahkan Peningkatan Kapasitas
Penyimpanan internal memakai SSD NVMe PCIe 4.0 dalam ukuran M.2 2280. Bentuk ini umum digunakan pada komputer desktop serta laptop sehingga pilihan merek dan kapasitasnya relatif luas.
Konfigurasi awal mencakup perpaduan 16 GB RAM dengan SSD 512 GB. Pilihan lain menawarkan SSD 1 TB, 2 TB, hingga 4 TB tergantung paket serta wilayah pemasaran.
Kapasitas 512 GB dapat terisi cepat setelah Windows, aplikasi, dan beberapa game AAA dipasang. Satu game modern dapat memerlukan ruang lebih dari 100 GB.
SSD dapat ditingkatkan, tetapi pengguna perlu membuka bodi perangkat. Prosedur tersebut harus dilakukan dengan hati hati agar kabel, pengunci, sistem pendingin, dan garansi tidak terganggu.
AYANEO 3 juga menyediakan pembaca kartu microSD. Media tersebut cocok untuk game ringan, koleksi retro, video, serta berkas yang tidak memerlukan kecepatan setinggi SSD.
Game besar dengan pemuatan data intensif sebaiknya ditempatkan pada SSD internal. Kecepatan kartu microSD sangat bergantung pada kelas kartu dan kualitas pengendalinya.
Sistem Pendingin Menjaga Performa 35 Watt
Komponen berdaya tinggi di dalam bodi kecil membutuhkan sistem pendingin aktif. AYANEO menggunakan kipas, heat pipe, heatsink, serta saluran udara untuk membuang panas dari prosesor.
Perusahaan menyatakan perangkat mampu mempertahankan performa pada daya 35 watt. Hasil sebenarnya bergantung pada temperatur ruangan, kondisi ventilasi, profil kipas, dan beban permainan.
Udara masuk melalui lubang ventilasi sebelum melewati komponen pendingin. Udara panas kemudian dibuang agar tidak berkumpul di dalam bodi.
Area genggaman dirancang terpisah dari sumber panas utama. Tujuannya menjaga telapak tangan tetap nyaman selama sesi bermain panjang.
Pada daya tinggi, kipas akan terdengar lebih jelas dan baterai berkurang lebih cepat. Pengguna dapat menurunkan TDP untuk permainan ringan agar suara serta temperatur lebih terkendali.
Lubang udara tidak boleh tertutup kain, kasur, atau permukaan empuk. Debu juga perlu dibersihkan secara berkala karena penumpukan dapat mengurangi aliran.
Baterai 49 Wh Menjadi Titik yang Perlu Diperhitungkan
AYANEO 3 membawa baterai berkapasitas 49 Wh. Ukuran tersebut cukup untuk bentuk bodinya, tetapi berada di bawah beberapa pesaing yang telah memakai baterai 80 Wh.
Daya tahan akan berubah drastis mengikuti TDP. Pada 35 watt, konsumsi keseluruhan perangkat dapat melampaui angka tersebut karena layar, RAM, SSD, kipas, dan komponen lain juga memakai energi.
Game AAA berpotensi menghabiskan baterai dalam waktu relatif singkat. Permainan ringan dengan TDP rendah, batas FPS, dan kecerahan layar yang dikurangi dapat bertahan lebih lama.
Panel OLED mampu menghemat energi ketika sebagian besar gambar berwarna gelap, tetapi dapat memakai daya tinggi saat menampilkan halaman putih terang. Panel LCD mempunyai pola konsumsi yang lebih konsisten.
Pembatasan FPS menjadi salah satu cara efektif mengendalikan pemakaian daya. Game petualangan dapat dikunci pada 30 atau 45 FPS, sedangkan permainan ringan dapat memakai 60 FPS atau lebih.
AYANEO menyediakan fitur bypass charging. Ketika terhubung ke listrik, daya dapat disalurkan ke sistem tanpa terus menerus mengisi baterai. Fungsi ini membantu mengurangi panas dan siklus pengisian selama penggunaan di meja.
Dua USB4 dan OCuLink Memperluas Kemampuan Perangkat
AYANEO 3 mempunyai dua port USB4 yang ditempatkan pada sisi berbeda. Keduanya mendukung transfer data, keluaran layar, dan pengisian Power Delivery hingga 65 watt.
Dua port memudahkan pengguna mengisi baterai sambil menghubungkan dock, media penyimpanan, atau monitor. Posisi port yang berbeda juga memberi pilihan penataan kabel.
Port OCuLink menyediakan jalur PCIe langsung untuk GPU eksternal. Bandwidthnya dapat memberikan hasil lebih baik daripada sambungan eGPU melalui USB4 dalam sejumlah skenario.
Ketika dihubungkan ke GPU eksternal, monitor, keyboard, dan mouse, AYANEO 3 dapat berfungsi sebagai komputer gaming di meja. Prosesor Ryzen AI 9 HX 370 mempunyai tenaga CPU yang cukup besar untuk penggunaan tersebut.
OCuLink tidak menyediakan daya untuk perangkat sehingga pengisi daya tetap perlu dipasang. Koneksi juga tidak dirancang untuk dicabut sembarangan ketika sistem sedang aktif.
Pengguna harus memeriksa kecocokan dock eGPU, catu daya, kartu grafis, dan pengandar. Performa tidak hanya ditentukan GPU karena bandwidth, resolusi layar, dan kemampuan prosesor turut berperan.
Hall Joystick dan Agile Trigger Meningkatkan Ketepatan
AYANEO 3 memakai stik analog Hall Effect dengan polling rate 250 Hz. Perusahaan menyebut latensi inputnya dapat mencapai sekitar 4 milidetik.
Sensor Hall mengukur posisi melalui medan magnet sehingga kontak fisik antarkomponen lebih sedikit. Pendekatan ini membantu menekan risiko drift akibat keausan mekanis.
Lingkaran RGB ditempatkan di sekitar stik. Warna serta efeknya dapat disesuaikan melalui AYASpace atau dimatikan untuk menghemat daya.
Agile Trigger menggunakan sensor Hall dengan dua pilihan gerakan. Mode linear mempunyai perjalanan sekitar 7,5 milimeter dan sesuai untuk game balap karena pemain dapat mengatur gas atau rem secara bertahap.
Trigger lock memperpendek gerakan untuk game tembak menembak. Tekanan dapat terdeteksi lebih cepat tanpa harus menarik pemicu sampai penuh.
Dua tombol belakang tersedia untuk fungsi tambahan. Pemain dapat memetakan lari, lompat, pergantian senjata, atau tombol keyboard tanpa melepaskan ibu jari dari stik.
Motor Suspensi Magnetik Memberikan Getaran Berbeda
AYANEO bekerja sama dengan GuliKit untuk mengembangkan motor getar suspensi magnetik. Motor tersebut menggunakan penggerak magnet agar sumbu getar dapat bergerak dengan respons cepat.
Perangkat mendukung karakter getaran linear dan rotor. Pemain dapat memilih sensasi yang lebih tajam atau pola yang menyerupai pengendali tradisional.
Rentang frekuensi yang luas memungkinkan getaran dibedakan berdasarkan kejadian dalam game. Ledakan, benturan, permukaan jalan, dan tembakan dapat menghasilkan respons berbeda jika perangkat lunak mendukungnya.
Kekuatan getaran dapat disesuaikan melalui AYASpace. Pengaturan terlalu tinggi berpotensi menambah suara mekanis dan konsumsi energi.
Dua pengeras suara menghadap ke depan agar suara tidak terhalang tangan. Posisi ini lebih baik daripada speaker yang diarahkan ke bawah, terutama ketika pengguna bermain tanpa headset.
Konektor audio serta dukungan perangkat Bluetooth tetap tersedia untuk pemain yang menginginkan suara lebih pribadi.
AYASpace 3.0 Menjadi Pusat Pengaturan Sistem
AYANEO 3 menjalankan Windows 11, tetapi pengaturan khusus handheld dikelola melalui AYASpace 3.0. Aplikasi tersebut menyatukan pustaka game, profil performa, konfigurasi kipas, pencahayaan, dan pemetaan tombol.
Pengguna dapat mengatur TDP sesuai permainan. Profil berbeda dapat dibuat agar game ringan tidak menggunakan daya sebesar judul AAA.
Mode controller, keyboard, dan mouse didukung pada tingkat perangkat keras. Tombol di bagian bawah memungkinkan perpindahan mode tanpa membuka menu Windows.
Pemetaan tetap dapat bekerja meskipun AYASpace ditutup karena sebagian fungsi tersimpan pada sistem kontrol perangkat. Dukungan ini juga membantu navigasi di BIOS.
AYASpace mengenali modul yang terpasang lalu menyesuaikan orientasi dan fungsi. Pemain masih dapat mengubah setiap tombol mengikuti kebiasaan sendiri.
Pembaruan aplikasi, BIOS, firmware modul, dan pengandar AMD perlu diperiksa secara teratur. Sistem modular bergantung pada kerja perangkat keras serta perangkat lunak yang selaras.
Bobot 690 Gram Memerlukan Posisi Bermain yang Tepat
AYANEO 3 mempunyai dimensi sekitar 289,8 x 115 x 22,4 milimeter pada bagian utama. Ketebalan bertambah di area genggaman, sedangkan bobotnya berada di sekitar 690 gram.
Bentuk pegangan Ergonomic Grip 2.0 dibuat lebih lebar agar tekanan tidak terkumpul pada satu bagian telapak. Kontur belakang membantu jari tengah, jari manis, serta kelingking memperoleh tempat bertumpu.
Tombol ABXY dibuat sekitar 26 persen lebih besar dibandingkan AYANEO 2S. Ukuran tersebut memudahkan tekanan cepat, tetapi jarak tombol tetap perlu dicoba oleh pengguna dengan tangan kecil.
Bobot 690 gram masih dapat menimbulkan kelelahan saat perangkat dipegang tanpa sandaran. Menopang siku pada meja atau bantal dapat membuat sesi panjang lebih nyaman.
Pemilihan modul ikut mengubah cara genggaman. Susunan stik di atas atau bawah memberikan sudut ibu jari berbeda sehingga pengguna dapat mencari posisi yang paling sesuai.
Tiga pilihan warna utama mencakup Starry Black, Sky White, dan Retro Power. Ketersediaannya dapat berbeda berdasarkan prosesor, layar, memori, dan wilayah penjualan.
Harga AYANEO 3 Bergantung pada Konfigurasi
AYANEO 3 diperkenalkan melalui skema pendanaan dengan harga awal sekitar 699 dolar AS untuk konfigurasi tertentu. Harga penjualan reguler dapat lebih tinggi setelah periode promosi berakhir.
Versi Ryzen 7 8840U dengan RAM dan SSD lebih kecil menjadi pintu masuk. Konfigurasi Ryzen AI 9 HX 370, layar OLED, RAM 64 GB, serta SSD berkapasitas besar dapat membawa harga jauh melampaui perangkat gaming genggam arus utama.
Paket Magic Module tambahan juga menambah pengeluaran. Dock, kartu microSD, power bank, tas pelindung, pelindung layar, dan GPU eksternal perlu dihitung secara terpisah.
Pembelian lintas negara mempunyai risiko tambahan berupa pajak, biaya pengiriman, waktu perbaikan, serta prosedur garansi. Keberadaan pusat layanan lokal patut diperiksa sebelum transaksi.
“AYANEO 3 paling menarik bagi pengguna yang benar benar memanfaatkan kontrol modular. Jika seluruh permainan cukup dijalankan dengan susunan standar, keunggulan utamanya belum tentu sebanding dengan biaya tambahan.”
Calon pembeli perlu menentukan prioritas antara panel OLED dan LCD, Ryzen AI 9 HX 370 atau Ryzen 7 8840U, kapasitas RAM, ukuran SSD, serta kebutuhan modul. Kombinasi yang tepat akan lebih berguna daripada sekadar memilih konfigurasi dengan angka tertinggi.
