oleh

LaNyalla Singgung RUU Daerah Kepulauan Hingga Calon Perseorangan Saat Tiba di Muna Barat

MUNA BARAT, B-ONEINDONESIA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, melanjutkan kunjungan kerja di Sulawesi Tenggara mendatangi Kabupaten Muna Barat dan Muna, Kamis (18/11/2021).

LaNyalla dan rombongan senator, tiba di Bandara Sugimanuru, Muna Barat, dan disambut langsung Bupati Muna Barat, Achmad Lamani, Ketua DPRD Muna Barat Wa Ode Siti Sariani dan jajaran Forkopimda Kabupaten Muna Barat. LaNyalla dan rombongan dikalungi kain khas Muna Barat dan disambut dengan silat adat Muna Barat.

Dalam kunjungannya, LaNyalla didampingi senator Andi Muh. Ihsan dan Lily Amelia Salurapa (Sulsel), Djafar Alkatiri (Sulut), Habib Ali Alwi (Banten), Andi Nirwana, Wa Ode Rabia Al Adawiya dan Amirul Tamim (Sultra), Fachrul Razi (Aceh) dan Sekjen DPD RI Rahman Hadi.

Hadir juga para tokoh masyarakat dan tokoh adat yang tergabung dalam Lembaga Adat Muna Barat.

Senator dapil Jawa Timur itu juga sempat meninjau pelaksanaan vaksinasi di bandara.

“Saya juga apresiasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan bersama BIN. Bahkan 30 persen vaksinasi dan juga menyasar anak-anak dan pelajar,” katanya.

Aspirasi mengenai RUU Daerah Kepulauan juga dibahas. Ketua DPD RI mengatakan akan tetap berusaha mendorong hal itu.

“RUU Daerah Kepulauan sudah masuk Prolegnas. DPD RI juga sudah berkoordinasi dengan 8 Gubernur yang tergabung dalam Badan Kerjasama Daerah Kepulauan. Kita terus mengejar hal itu, dan selalu dipantau oleh Komite I DPD RI,” katanya.

LaNyalla juga menyinggung mengenai 7 titah Raja dan Sultan Nusantara. Ia akan memperjuangkan agar kerajaan dan kesultanan agar mendapat perhatian dari negara.

“Karena Sultan dan Raja Nusantara yang mendirikan negara ini. Tapi mereka kemudian terpinggirkan dan kalah sama partai politik yang datang belakangan,” kata LaNyalla.

Dijelaskannya, amandemen 1 sampai 4 membuat partai politik menjadi satu-satunya yang bisa menentukan arah bangsa ini. Termasuk mereka bisa mencalonkan pemimpin bangsa.

“Itu namanya tidak adil. Entitas civil society yang merupakan non partisan atau non parpol juga harus mempunyai ruang dan hak yang sama untuk ikut menentukan arah perjalanan bangsa ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, DPD RI mendorong Amandemen Konstitusi ke-5. Agar ada calon perseorangan dan DPD RI bisa menjadi saluran pencalonan tersebut.

“Calon perseorangan itu sebenarnya konstitusional. Karena hak dasar warga untuk memilih dan dipilih. Makanya kita dorong amandemen. Dan kalau kemudian saya mencalonkan diri menjadi Presiden, memangnya kenapa? Selama tujuan kita untuk Indonesia yang lebih baik. Untuk kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Mubar Achmad Lamani sependapat dengan LaNyalla, dan menyampaikan bahwa dirinya membangun wilayah dengan pendekatan budaya bersama dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat yang tergabung dalam Lembaga Adat Muna Barat.

Achmad Lamani juga berterimakasih kepada DPD RI yang menginisiasi RUU Daerah Kepulauan, yang diyakini akan mempercepat pembangunan Muna Barat.

“Oleh karena itu kami berharap DPD RI juga segera mendorong agar RUU Kepulauan segera disahkan oleh DPR dan pemerintah. Karena sangat penting,” katanya.

Disampaikan juga oleh Bupati bahwa sejak awal pandemi Covid, Muna Barat menjadi zona hijau. “Saat ini sudah zero kasus, tetapi kami tetap mempercepat pelaksanaan vaksinasi,” ujarnya.

LaNyalla Kenalkan Salam Huruf “L” di Muna

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memperkenalkan Salam L saat menghadiri silaturahmi dan jamuan makan siang oleh Bupati Muna di Rumah Dinas Bupati Muna, Sulawesi Tenggara, Kamis (17/11/2021).

Salam L selalu dilakukan LaNyalla dalam setiap kunjungan ke daerah. Salam itu turut memotivasi LaNyalla dalam bekerja menyerap aspirasi daerah dan membantu membangun bangsa. Salam ini rupanya juga menjadi kode kesiapan LaNyalla menjadi Capres 2024.

“Salam L ini maknanya adalah Habluminallah dan Habluminannas. Karena keduanya tidak bisa dipisahkan. Yakni hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Salam L juga bisa dimaknai Salam Literasi, Salam LaNyalla, atau Salam Lanjutkan Jokowi sampai 2024. Setelah 2024, Insya Allah saya siap meneruskan,” kata LaNyalla.

Kedatangan LaNyalla di Muna, disambut tarian Linda Muna, tarian adat untuk menyambut tamu kehormatan. Ketua DPD RI disambut langsung Bupati Muna, La Ode Muhammad Rusman Emba, Wabup Bachrun dan jajaran Forkopimda Kabupaten Muna.

Sedangkan Ketua DPD RI didampingi senator Andi Muh. Ihsan dan Lily Amelia Salurapa (Sulsel), Djafar Alkatiri (Sulut), Habib Ali Alwi (Banten), Andi Nirwana, Wa Ode Rabia Al Adawiya dan Amirul Tamim (Sultra), Fachrul Razi (Aceh).

Dijelaskan LaNyalla, salah satu keinginan terbesar DPD RI adalah amandemen konstitusi ke-5 sebagai bagian untuk memperkuat peran lembaga tersebut.

Karena setelah amandemen tahap 1 sampai 4 semua dikunci oleh partai politik. Termasuk pencalonan presiden dengan adanya ambang batas pencalonan.

“Kita ingin Presidential Threshold 0 persen. Supaya anak-anak bangsa yang punya potensi bisa mencalonkan dan dicalonkan menjadi Presiden. Karena hak dan kewajiban warga negara untuk memilih dan dipilih itu sama,” papar LaNyalla.

Senator dapil Jawa Timur itu menambahkan, dahulu negara Indonesia merdeka karena sumbangsih para raja dan sultan Nusantara, juga entitas civil society lainnya seperti kaum terdidik, ulama, tokoh masyarakat, militer dan lainnya.

Namun, hingga saat ini entitas civil society itu tidak dilibatkan dalam perjalanan bangsa.

“Yang justru berperan dan menentukan malah partai politik. Padahal mereka bisa dibilang datang belakangan. Karena gerakan politik para pejuang kemerdekaan dengan partai politik itu dia hal yang berbeda,” ujar dia.

LaNyalla menginginkan adanya kesetaraan dalam hal itu. Kesetaraan antara partai politik dan kalangan non partai politik.

“Kalau parpol bisa usung capres, harusnya non parpol seperti anggota DPD juga bisa usung yang sama,” jelas LaNyalla lagi.

Makanya LaNyalla meminta dukungan dalam amandemen konstitusi. Karena hal itu akan bermanfaat bagi daerah.

“Kalau tidak ada calon dari non parpol akan sulit memajukan bangsa terutama daerah. Yang bisa mewakili entitas civil society seperti kaum terdidik, ulama, tokoh masyarakat, militer dan lainnya, idealnya adalah kalangan non partisan,” tuturnya.

Makanya LaNyalla sengaja datang ke Muna. Berdasar literasi sejarah dan saat dirinya berkeliling di beberapa kerajaan, LaNyalla menganggap ada sesuatu di Muna.

“Saya sengaja datang ke Muna karena leluhur Buton itu ternyata dari Muna. Katanya Muna adalah tanah berkah. “Makanya saya datang ke Muna untuk berdoa. Salah satu doa adalah ingin jadi presiden. Kalau keinginan kan boleh boleh-boleh saja. Semoga ada takdir Allah,” ujar LaNyalla.

Semakin sering berkeliling ke daerah, LaNyalla mengaku semakin mantap untuk maju menjadi Presiden.

“Sejak dilantik saya sudah keliling ke 33 Propinsi, 340 kabupaten/kota untuk menyerap aspirasi. Dan masih banyak persoalan yang harus dibenahi. Itulah yang memantapkan saya untuk mengubah keadaan negara ini,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Muna La Ode Muhammad Rusman Emba, mengucapkan terimakasih dengan kedatangan Ketua DPD dan para senator. Peran DPD sangat strategis dan harus didukung.

“Benar Pak Ketua. Muna adalah tanah berkah. Insya Allah yang datang di Muna dan berdoa di Muna keinginannya akan terkabul. Insya Allah keinginan Pak LaNyalla menjadi Presiden akan tercapai,” kata La Ode Muhammad Rusman Emba.

Dijelaskan Bupati Muna, saat ini pihaknya sedang mendesain adanya Trans Sulawesi di Muna agar sarana dan prasarana transportasi semakin baik sehingga tidak kalah dengan di Jawa.

“Kami minta dukungan juga agar pembangunan di Muna dan di Indonesia timur semakin maju. Saya yakin Pak Ketua DPD bisa melakukan hal itu karena saya lihat komitmennya sangat besar bagi NKRI,” ujarnya.

Share this:

Komentar