oleh

DPD RI Bikin Gebrakan Uji Efektifitas Kunker Bersama para Wamen di Tarakan

Tarakan, b-Oneindonesia “Apapun aspirasi Pemerintah Kota Tarakan, kami akan fight untuk perjuangkan di level Nasional bersama-sama dengan para Wamen ini karena kami menyadari betapa istimewanya potensi Kaltara dan secara khusus Kota Tarakan ini”, demikian disampaikan Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam sambutannya pada Kunjungan Kerja Bersama antara DPD RI serta Wakil Menteri ATR/BPN Surya Candra dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong di Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada hari Rabu 30 Maret 2022.

“Keistimewaan Tarakan ini kita bisa lihat dari Gini Ratio yang cenderung flat karena gap kesejahteraan yang lebih merata. Lompatan pertumbuhan ekonominya juga luar biasa, dimana secara yoy Desember 2021 vs Desember 2020 tumbuh 7.08%. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia Kota Tarakan ini adalah 76.23 , termasuk dalam 40 terbaik di antara 517 Kabupaten/Kota lain di seluruh Indonesia”, lanjut Mahyudin.

Kunjungan kerja bersama para Wamen ini merupakan sebuah gebrakan baru bagi Lembaga Perwakilan yang merupakan representasi daerah ini , dimana DPD melakukan Kunker bersama eksekutif / kementerian, sehingga diyakini akan jauh lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah Kota Tarakan melalui Wakil Walikota Tarakan Effendhi Djuprianto mengatakan, ia sangat bangga dan bersyukur akan kehadiran Waka II DPD RI bersama-sama dengan Kementerian terkait dan berharap bahwa pertemuan ini menghasilkan output yang lebih tajam, lebih cepat dan komprehensif bagi upaya percepatan pembangunan Kota Tarakan pada khususnya serta Provinsi Kaltara pada umumnya.

Effendhi menjelaskan bahwa saat ini kegiatan eksport agak menurun akibat turunnya kegiatan ekplorasi minyak, namun ekonomi Tarakan tetap menggeliat dan telah bangkit sepenuhnya pasca kontraksi ekonomi akibat pandemi tahun 2020-2021 yang lalu.

Tarakan ini memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun masalahnya adalah selama ini sumberdaya utk ekspor perikanan masih harus transit melewati Surabaya dan Jakarta karena belum memiliki pelabuhan khusus berskala besar, padahal Tarakan berpotensi jadi pelabuhan pengumpul dari daerah sekitar sehingga diharapkan meningkatkan daya saing kualitas produk perikanan yang lebih segar.

Pada kesempatan pertemuan tersebut Wamen ATR BPN Surya Candra menyatakan bahwa ini adalah kali keduanya ke Tarakan dan sangat terkesan dengan keunikan, potensi, serta berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh Tarakan. Dalam kesempatan itu Surya Candra menjelaskan bahwa peta lengkap Tarakan akan diselesaikan pada 2023 sehingga kodifikasi PBT tersebut akan dapat memperkuat data tanah, meminimalisir konflik tanah serta dapat meningkatkan potensi pendapatan daerah.

Selain itu Surya Candra juga sampaikan bahwa Kementerian ATR/ BPN sedang mengoptimalkan PPTKH (Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan) bersama-sama dengan Kementerian LHK dan itu adalah tantangan sekaligus harapan besar bagi Pemerintah untuk menyelesaikan berbagai persoalan reformasi agraria kedepannya.

Selanjutnya, Wamen LHK Alue Dohong dalam pemaparannya menyampaikan bahwa saat ini memang ada kendala koordinasi mengingat Kaltara ini merupakan provinsi baru sehingga KLHK belum memiliki UPTD di Kaltara
Namun demikian, khusus Tarakan, KLHK punya perhatian khusus terhadap beberapa hal seperti skema Perhutanan Sosial, kawasan konservasi mangrove dan bekantan, yang disadari punya potensi utk di create menjadi destinasi wisata.

Seperti diketahui, pasca puncak pandemi mulai melandai, pola destinasi wisata masyarakat dunia cenderung terarah menjadi back to nature, sehingga diperlukan kreativitas dari masing-masing daerah untuk mengoptimalkan potensi alamnya. Harus diingat bahwa hutan mangrove yang banyak terdapat di daerah ini selain menjafi coastal barrier, pelindung wilayah pantai , juga punya potensi destinasi wisata alam karena menjadi habitat bagi flora dan fauna khas seperti Bekantan.

Alue Dohong sempat menyentil Pemkot Tarakan tentang banyaknya sampah plastik di permukaan laut, ternyata Tarakan belum memiliki adanya Jakstrada (kebijakan dan strategi daerah) tentang pengendalian sampah sehingga perlu segera dilakukan pwrencanaan dan konsepnya. Jika Jakstrada tersebut sudah siap maka Kementerian siap untuk memback up kebijakan dan strategi tersebut sehingga sampah yang mencemari perairan ini akan segera teratasi.

Secara keseluruhan, Wamen ATR Surya Candra maupun Wamen LHK Alue Dohong mengakui bahwa kunjungan kerja bersama ini memang lebih efektif dalam rangka mencapai tujuan bersama serta lebih efisien secara teknis pelaksanaannya dan berharap bahwa Kunjungan Kerja Bersama DPD RI ini dapat dilanjutkan ke daerah-daerah lain.

Dari pertemuan yang dihadiri oleh Sekda Pemkot Tarakan beserta seluruh OPD tersebut, tim Kunker DPD RI berserta para Wamen telah menginventarisir berbagai masalah serta aspirasi daerah yang akan di follow up melalui Kementerian/Lembaga.

Share this:

Komentar