Perkembangan smartphone Samsung pada 2026 tidak lagi bertumpu pada peningkatan kamera atau kecepatan prosesor semata. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut memperluas fungsi telepon menjadi perangkat yang mampu memahami permintaan pengguna, mengelola beberapa pekerjaan, melindungi tampilan dari pandangan samping, serta berubah bentuk menjadi layar kerja berukuran besar.
Hingga awal Agustus 2026, teknologi terbaru Samsung terlihat pada Galaxy S26 Series, Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8, serta Galaxy Z TriFold yang diperkenalkan lebih dahulu sebagai perangkat lipat tiga. Samsung memadukan kecerdasan buatan, kamera beresolusi tinggi, sistem pendinginan, perlindungan data, serta bentuk fisik yang semakin beragam.
Galaxy S26 Menjadi Dasar Teknologi Samsung pada 2026
Samsung memperkenalkan Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra pada Februari 2026, kemudian memasarkan seri tersebut secara global mulai 11 Maret. Ketiganya diposisikan sebagai generasi ketiga ponsel Galaxy berbasis AI, dengan sistem yang mampu menjalankan lebih banyak pekerjaan di latar belakang.
Pengguna tidak selalu harus membuka beberapa aplikasi secara bergantian. Sistem dapat mengenali kebutuhan, menampilkan saran, serta membantu menyelesaikan urutan pekerjaan berdasarkan izin yang telah diberikan. Pendekatan tersebut membuat AI tidak hanya muncul sebagai alat penyunting foto, tetapi menjadi bagian dari pengelolaan aktivitas sehari hari.
Galaxy S26 Ultra menjadi model dengan teknologi paling lengkap. Perangkat ini memakai layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,9 inci dengan resolusi QHD Plus dan tingkat penyegaran adaptif 1 sampai 120 Hz. Bodinya memiliki ketebalan 7,9 milimeter dan bobot sekitar 214 gram.
Samsung mempertahankan baterai berkapasitas 5.000 mAh, tetapi meningkatkan pengisian kabel. Dalam kondisi pengujian perusahaan, baterai dapat mencapai sekitar 75 persen dalam waktu 30 menit menggunakan adaptor 60 watt yang dijual terpisah.
Privacy Display Membatasi Pandangan dari Samping
Salah satu pembaruan paling menonjol terdapat pada Privacy Display milik Galaxy S26 Ultra. Teknologi ini membatasi keterlihatan layar dari arah samping ketika diaktifkan, sedangkan tampilan dari arah depan tetap jelas bagi pemilik perangkat.
Sistem tersebut bekerja dengan mengatur penyebaran cahaya pada piksel, bukan memakai lapisan privasi tambahan yang ditempelkan di permukaan layar. Ketika fitur dimatikan, panel kembali dapat dilihat dari berbagai sudut seperti layar smartphone biasa.
Pengguna dapat mengaktifkan perlindungan untuk seluruh layar, aplikasi tertentu, pemberitahuan, serta bagian yang menampilkan PIN atau kata sandi. Samsung juga menyediakan beberapa tingkat perlindungan yang dapat disesuaikan dengan lokasi penggunaan.
Fitur tersebut ditujukan untuk pemakaian di kendaraan umum, ruang kerja bersama, antrean pembayaran, dan tempat ramai. Informasi perbankan, pesan pribadi, kode pembayaran, atau dokumen kerja dapat dibuat lebih sulit terlihat oleh orang yang berdiri di sisi pengguna.
“Menurut penulis, Privacy Display menjadi pembaruan yang dekat dengan kebutuhan sehari hari karena perlindungan tidak hanya bekerja di dalam sistem, tetapi juga pada apa yang terlihat secara fisik di layar.”
Galaxy AI Mulai Memberikan Saran Sebelum Diminta
Galaxy AI pada seri terbaru tidak hanya menunggu perintah tertulis. Fitur Now Nudge dapat mengenali isi percakapan dan menawarkan langkah yang berkaitan, seperti membuka jadwal, mencari lokasi, atau memilih foto dari galeri.
Apabila seseorang meminta foto perjalanan melalui pesan, sistem dapat menyarankan kumpulan gambar yang berkaitan. Ketika pesan membahas pertemuan, Galaxy AI dapat memeriksa jadwal dan memberi tahu apabila waktunya berbenturan dengan agenda lain.
Now Brief menampilkan informasi harian, pengingat perjalanan, reservasi, agenda, serta pemberitahuan berdasarkan izin pengguna. Informasi tersebut dapat muncul pada waktu yang dianggap sesuai tanpa mengharuskan pemilik perangkat mencari satu per satu dari berbagai aplikasi.
Circle to Search juga ditingkatkan agar mampu mengenali beberapa objek dalam satu gambar. Pengguna dapat mencari pakaian, sepatu, aksesori, atau benda lain secara bersamaan melalui tampilan yang sedang dibuka.
Bixby menerima kemampuan percakapan yang lebih alami untuk mengubah pengaturan perangkat tanpa istilah teknis yang tepat. Samsung turut menyediakan akses ke Gemini dan Perplexity, sehingga pengguna memiliki pilihan layanan AI untuk pencarian dan penyelesaian pekerjaan.
Sejumlah fungsi dapat menjalankan beberapa tahap di antara aplikasi. Meski demikian, ketersediaannya masih bergantung pada negara, bahasa, akun Samsung, jaringan internet, model perangkat, serta dukungan aplikasi yang digunakan.
Kamera 200 MP Dipadukan dengan Pengolahan Video Profesional
Galaxy S26 Ultra membawa kamera utama 200 MP, kamera ultra lebar 50 MP, kamera telefoto 50 MP dengan pembesaran optik lima kali, kamera telefoto 10 MP dengan pembesaran tiga kali, serta kamera depan 12 MP.
Bukaan kamera utama dan telefoto dibuat lebih lebar agar sensor menerima lebih banyak cahaya ketika digunakan pada malam hari atau di ruangan redup. Pembaruan Nightography membantu foto dan video mempertahankan detail tanpa meningkatkan kecerahan secara berlebihan.
Samsung juga menambahkan dukungan codec APV untuk perekaman video dengan kualitas tinggi dan ruang penyuntingan yang lebih luas. Codec tersebut dirancang untuk mempertahankan mutu rekaman setelah melewati beberapa tahap penyuntingan.
Super Steady memperoleh pilihan pengunci horizontal agar posisi bingkai tetap stabil ketika pengguna berjalan, berlari, atau merekam dari kendaraan. Pemrosesan kamera berbasis AI turut diterapkan pada kamera depan untuk menghasilkan warna kulit dan detail wajah yang lebih alami dalam pencahayaan campuran.
Pada bagian penyuntingan, Photo Assist dapat menerima instruksi dengan bahasa sehari hari. Pengguna dapat meminta sistem menghapus benda, membersihkan noda pada pakaian, mengubah suasana gambar, atau memperbaiki bagian objek yang tidak lengkap.
Creative Studio menggabungkan pembuatan gambar, stiker, undangan, dan wallpaper dalam satu ruang kerja. Hasil dari fitur generatif tetap perlu diperiksa karena ketepatan bentuk, tulisan, dan detail kecil tidak selalu sesuai dengan permintaan pengguna.
Prosesor Baru Menangani AI dan Suhu Perangkat
Galaxy S26 Ultra menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Berdasarkan pengujian Samsung, prosesor ini menawarkan peningkatan hingga 19 persen pada CPU, 39 persen pada NPU, dan 24 persen pada GPU dibandingkan generasi sebelumnya.
NPU digunakan untuk mempercepat pengolahan AI, sedangkan GPU menangani tampilan permainan, efek visual, penyuntingan video, dan pemrosesan gambar. Peningkatan CPU membantu perangkat menjalankan beberapa aplikasi serta pekerjaan berat secara bersamaan.
Samsung merancang ulang ruang pendingin uap dengan bahan penghantar panas yang ditempatkan di sisi prosesor. Panas disebarkan ke permukaan yang lebih luas agar kinerja tidak cepat menurun ketika perangkat digunakan untuk bermain, merekam video, atau menjalankan AI.
ProScaler membantu meningkatkan ketajaman konten beresolusi lebih rendah. Mesin pengolah gambar mDNIe juga bekerja untuk menampilkan warna yang lebih halus pada layar tanpa membuat seluruh objek terlihat terlalu tajam.
Pada beberapa perangkat dan wilayah pemasaran, Samsung memakai Exynos 2600. Prosesor tersebut dibuat dengan proses GAA 2 nanometer dan menggabungkan CPU, NPU, serta GPU dalam satu cip. Exynos 2600 digunakan pada Galaxy Z Flip8 dan tersedia pada varian tertentu Galaxy S26 serta Galaxy S26 Plus.
Galaxy Z Fold8 Ultra Membawa Layar Kerja 8 Inci
Galaxy Z Fold8 Ultra diperkenalkan pada 22 Juli 2026 sebagai model Ultra pertama dalam keluarga ponsel lipat Samsung. Layar utamanya berukuran 8 inci, sedangkan layar luarnya mencapai 6,5 inci.
Ketika dibuka, ketebalan perangkat hanya 4,1 milimeter dengan bobot sekitar 215 gram. Ukuran tersebut membuat Galaxy Z Fold8 Ultra menyerupai tablet kecil saat terbuka, tetapi masih dapat dilipat menjadi perangkat seukuran ponsel.
Layar yang luas memberi ruang bagi pengguna untuk membuka dokumen, panggilan video, catatan, dan aplikasi perpesanan secara berdampingan. Pemindahan gambar atau dokumen juga dapat dilakukan dengan menyeret berkas dari satu jendela ke jendela lain.
Perangkat ini memakai kamera utama 200 MP dan kamera ultra lebar 50 MP. Perekaman 8K didukung codec APV, sementara Cine LUT membantu mengatur karakter warna secara langsung dari telepon.
Baterainya berkapasitas 5.000 mAh dengan pengisian kabel 45 watt. Samsung menggunakan struktur pendingin grafit yang diperluas untuk mengendalikan suhu ketika layar besar dipakai untuk penyuntingan, rapat daring, permainan, serta beberapa aplikasi sekaligus.
Galaxy Z Fold8 Menggunakan Bentuk yang Lebih Ringan
Galaxy Z Fold8 standar memakai bentuk yang berbeda dari seri Fold terdahulu. Layar luar memiliki rasio sekitar 10 banding 16 untuk pesan, media sosial, penelusuran internet, dan video pendek.
Ketika dibuka, layar utama mempunyai rasio sekitar 4 banding 3 yang lebih sesuai untuk film, permainan, dokumen, dan tampilan dua aplikasi. Bobotnya hanya 201 gram, menjadikannya Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah dipasarkan Samsung hingga peluncurannya.
Struktur layar menggunakan Flex Titanium, yaitu gabungan lapisan paduan titanium dan pelat titanium yang diperkuat. Rancangan ini membantu menopang panel, menerima tekanan, serta mengurangi tampilan garis lipatan setelah digunakan dalam waktu panjang.
Layar utama mampu mencapai tingkat kecerahan hingga 3.000 nit. Vision Booster dan lapisan berpantulan rendah membantu menjaga gambar tetap terlihat ketika perangkat dipakai di bawah cahaya luar ruangan.
Dua kamera 50 MP digunakan untuk sudut lebar dan ultra lebar. Dual Recording dapat merekam dua arah sekaligus, sedangkan My FanCam mengikuti subjek tertentu dan menyusun ulang bingkai video agar sesuai dengan ukuran konten media sosial.
Baterai 4.800 mAh dipadukan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy serta pengisian kabel 45 watt. Perpaduan tersebut ditujukan untuk penggunaan layar besar tanpa membuat bodi menjadi terlalu berat.
“Bagi penulis, Samsung tidak lagi menjadikan ponsel lipat sekadar perangkat yang dapat ditekuk, melainkan membedakan ukuran, rasio, kamera, dan kemampuan kerja untuk kelompok pengguna yang berlainan.”
Galaxy Z Flip8 Mengutamakan Layar Luar
Galaxy Z Flip8 membawa layar utama 6,9 inci dan FlexWindow 4,1 inci. Bobotnya sekitar 180 gram dengan ketebalan 6,1 milimeter saat terbuka. Samsung menyebutnya sebagai Galaxy Z Flip paling tipis dan ringan hingga saat peluncuran.
Layar luar dapat menampilkan aplikasi, Now Brief, pemberitahuan, pintasan, dan akses ke layanan AI. Pengguna tidak harus membuka perangkat setiap kali ingin melihat pesan, memeriksa cuaca, mengendalikan musik, atau membuka fungsi tertentu.
Kamera utama 50 MP menggunakan ProVisual Engine untuk mengolah warna kulit, detail, dan bokeh. Bentuk lipatnya memungkinkan perekaman tanpa tripod melalui Flex Mode.
Camcorder Grip dan Zoom Rocker membantu pengguna memegang perangkat seperti kamera video berukuran kecil. Pengunci horizontal pada Super Steady menjaga posisi bingkai ketika pengguna berjalan sambil merekam.
Galaxy Z Flip8 memakai Exynos 2600, RAM 12 GB, pilihan penyimpanan 256 GB atau 512 GB, serta baterai 4.300 mAh. Pengisian kabel mencapai 25 watt, sedangkan pengisian nirkabel mencapai 15 watt.
Sertifikasi IP48 memberikan perlindungan terhadap air sesuai syarat pengujian. Perangkat tetap perlu dijauhkan dari pasir halus, debu berukuran kecil, dan lingkungan yang dapat memasukkan partikel ke bagian engsel.
Galaxy Z TriFold Menampilkan Mekanisme Lipat Tiga
Sebelum seri Fold8 diperkenalkan, Samsung meluncurkan Galaxy Z TriFold pada Desember 2025. Perangkat ini mempunyai dua engsel dan dapat dibuka dua kali hingga membentuk layar berukuran 10 inci.
Ketebalan bagian tertipisnya mencapai 3,9 milimeter ketika terbuka. Perangkat tersebut membawa kamera utama 200 MP, prosesor Snapdragon 8 Elite for Galaxy, serta baterai terbesar yang pernah dipasang Samsung pada ponsel lipatnya saat diperkenalkan.
Layar yang luas memungkinkan tiga aplikasi berukuran seperti telepon ditampilkan secara berdampingan. Galaxy Z TriFold juga mendukung Samsung DeX untuk pekerjaan dengan beberapa jendela.
Mekanisme ini memperlihatkan kemampuan Samsung menggabungkan panel fleksibel, dua engsel, bodi tipis, dan ruang baterai dalam satu perangkat. Namun, bentuk lipat tiga memiliki konstruksi lebih rumit sehingga perlindungan engsel dan kebiasaan melipat tetap perlu diperhatikan.
Keamanan Galaxy Bergerak dari Cip hingga Layanan AI
Samsung Knox tetap menjadi lapisan utama perlindungan perangkat. Knox Vault memisahkan informasi sensitif ke perangkat keras tersendiri, sedangkan Knox Enhanced Encrypted Protection mengenkripsi data setiap aplikasi.
Personal Data Engine mengolah informasi yang diperlukan untuk memberikan rekomendasi personal tanpa menyatukan seluruh data aplikasi dalam satu tempat penyimpanan biasa. Pengguna juga dapat memilih fitur AI yang boleh memakai pemrosesan jaringan.
Seri Galaxy terbaru membawa Private Album, penyaring panggilan, peringatan izin sensitif, Auto Blocker, perlindungan pencurian, dan kriptografi pascakuantum pada proses sistem tertentu.
Knox Matrix membantu pemilik melihat status keamanan perangkat yang terhubung dalam ekosistem Galaxy. Samsung menjanjikan pembaruan keamanan selama tujuh tahun untuk Galaxy S26 Series, sehingga perlindungan perangkat tidak berhenti setelah periode penjualan awal.
One UI 9 Menata Ulang Kendali dan Aksesibilitas
Samsung meluncurkan program beta One UI 9 untuk Galaxy S26 Series pada Mei 2026. Sistem berbasis Android 17 ini membawa Quick Panel yang dapat diubah ukurannya, alat tambahan pada Samsung Notes, serta kartu profil melalui Creative Studio.
Fitur aksesibilitas juga diperluas melalui pengaturan kecepatan Mouse Key, TalkBack terpadu, dan Text Spotlight. Text Spotlight dapat menampilkan teks terpilih dalam ukuran lebih besar melalui jendela mengambang agar lebih mudah dilihat.
Perlindungan terhadap aplikasi berisiko turut diperketat. Sistem dapat memberi peringatan, memblokir pemasangan atau eksekusi, lalu menyarankan penghapusan ketika suatu aplikasi dinilai berbahaya melalui pembaruan kebijakan keamanan.
One UI 9 kemudian digunakan pada perangkat lipat Galaxy Z generasi 2026. Tata letaknya disesuaikan dengan FlexWindow, layar utama yang luas, serta sistem beberapa jendela pada Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra.
Berbagi Berkas Mulai Menjangkau Perangkat Apple
Kemampuan berbagi berkas juga diperluas. Hingga Juli 2026, fitur berbagi dengan perangkat Apple didukung pada Galaxy S26 Series, Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8. Seri S26 memerlukan pembaruan perangkat lunak tertentu untuk mengakses fungsi tersebut.
Proses berbagi memakai dukungan Google dan membutuhkan jarak Bluetooth yang memadai. Telepon dapat mengalami pemutusan sementara dari jaringan Wi Fi ketika mencari atau mengirim berkas ke perangkat dengan sistem berbeda.
Quick Share tetap menjadi jalur utama untuk mengirim foto, video, dan dokumen di antara perangkat Galaxy. Dukungan lintas sistem mengurangi kebutuhan memakai aplikasi tambahan ketika pengguna Samsung harus bertukar berkas dengan pemilik perangkat Apple.
