AntreEV Cegah Rebutan SPKLU, Begini Cara Pakai Fitur di PLN Mobile

Fitur5 Views

AntreEV Cegah Rebutan SPKLU, Begini Cara Pakai Fitur di PLN Mobile Antrean di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU kini tidak harus ditentukan berdasarkan mobil siapa yang lebih dahulu berdiri di dekat mesin pengisian. PT PLN Persero menyediakan fitur AntreEV di aplikasi PLN Mobile yang mencatat urutan pengguna secara digital sehingga pemilik kendaraan listrik dapat mengetahui siapa yang memperoleh giliran lebih dahulu.

Fitur tersebut kembali mendapat perhatian setelah terjadi perselisihan antar pengguna mobil listrik di salah satu SPKLU di kawasan Suvarna Sutera, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 6 September 2026. Perselisihan dilaporkan berkaitan dengan perbedaan pemahaman mengenai antrean digital dan antrean manual di lokasi pengisian. PLN kemudian mengingatkan bahwa AntreEV dapat digunakan untuk membantu menjaga urutan layanan secara lebih jelas.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan layanan digital tersebut dikembangkan bersamaan dengan penambahan infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Pengguna dapat memeriksa keadaan antrean sebelum memilih SPKLU, kemudian mengambil nomor ketika sudah tiba di lokasi.

AntreEV Bukan Sistem Pesan Charger dari Rumah

Hal pertama yang perlu dipahami adalah perbedaan antara melihat antrean dan mengambil nomor antrean. Pengguna dapat memeriksa keadaan SPKLU sebelum berangkat, tetapi nomor antrean baru diambil setelah kendaraan tiba di lokasi dan pengguna memindai kode QR yang tersedia pada mesin SPKLU.

Artinya, AntreEV tidak bekerja seperti pemesanan tempat parkir yang dapat dilakukan berjam jam sebelum pengguna tiba. PLN sebelumnya menjelaskan fitur tersebut memakai mekanisme walk in. Kehadiran fisik di lokasi menjadi bagian dari proses agar seseorang tidak mengambil nomor dari tempat jauh kemudian membuat pengguna yang sudah berada di SPKLU menunggu terlalu lama.

Pengguna tetap dapat membuka PLN Mobile sebelum perjalanan untuk mengetahui berapa kendaraan yang sedang menunggu. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan apakah tetap menuju SPKLU pilihan atau mencari titik lain yang lebih lengang.

Perbedaan ini penting karena sebagian pengguna dapat mengira melihat antrean di aplikasi berarti mereka otomatis mendapat tempat. Padahal, nomor baru tercatat setelah kode QR di lokasi dipindai.

Menurut penulis, pemahaman bahwa AntreEV memakai sistem kedatangan langsung perlu disebarkan lebih luas. Perselisihan mudah terjadi apabila satu pengemudi merasa sudah mengantre secara fisik, sedangkan pengemudi lain mengikuti urutan digital yang berlaku pada sistem.

Cara Menggunakan AntreEV di PLN Mobile

PLN memberikan sembilan langkah utama bagi pengguna kendaraan listrik yang ingin memakai layanan ini. Seluruh proses dimulai dari aplikasi PLN Mobile dan dilanjutkan dengan pemindaian kode QR setelah kendaraan sampai di SPKLU.

Langkah penggunaannya adalah:

  1. Buka aplikasi PLN Mobile dan pilih menu Electric Vehicle.
  2. Cari SPKLU yang tersedia di sekitar lokasi atau rute perjalanan.
  3. Periksa keadaan antrean pada SPKLU yang akan dipilih.
  4. Tentukan SPKLU yang ingin digunakan.
  5. Setelah tiba, pindai kode QR yang tersedia pada mesin SPKLU.
  6. Periksa nomor antrean yang diperoleh melalui fitur AntreEV.
  7. Pantau nomor berjalan dan perkiraan waktu tunggu melalui aplikasi.
  8. Ketika giliran tiba, lakukan konfirmasi paling lambat dua menit setelah notifikasi diterima.
  9. Setelah pengisian selesai, segera pindahkan kendaraan dari area charger.

Urutan tersebut menunjukkan bahwa aplikasi tidak hanya digunakan ketika proses pembayaran dimulai. Pengguna dapat menjadikannya sebagai alat untuk mengatur perjalanan menuju tempat pengisian.

Informasi antrean secara langsung membantu pemilik kendaraan memperkirakan waktu. Jika satu SPKLU mempunyai banyak kendaraan yang menunggu, pengemudi dapat mempertimbangkan lokasi lain selama kapasitas baterai masih memungkinkan.

Batas Dua Menit Menjadi Aturan yang Harus Diingat

Bagian paling penting dari mekanisme AntreEV berada ketika nomor pengguna tiba pada giliran teratas. PLN Mobile akan mengirimkan notifikasi dan pengguna harus memberikan konfirmasi dalam waktu maksimal dua menit.

Apabila konfirmasi tidak dilakukan dalam jangka tersebut, nomor antrean akan dibatalkan. Sistem kemudian melanjutkan layanan kepada pengguna berikutnya.

Aturan ini membuat pengguna tetap mempunyai kebebasan meninggalkan kendaraan untuk sementara selama menunggu, tetapi tidak disarankan pergi terlalu jauh. Duduk di restoran, minimarket, ruang tunggu, atau tempat istirahat yang berada dekat SPKLU masih memungkinkan selama telepon dapat menerima notifikasi.

Masalah dapat muncul ketika telepon berada dalam mode senyap, sambungan internet terganggu, baterai telepon habis, atau pengguna tidak memperhatikan pemberitahuan dari aplikasi.

Sebelum mengambil antrean, sebaiknya pastikan telepon mempunyai daya cukup serta sambungan data berjalan baik. Notifikasi PLN Mobile juga perlu diizinkan oleh sistem operasi telepon.

Jangan Mengambil Nomor Lalu Pergi Terlalu Jauh

Kemampuan menunggu secara digital bukan berarti kendaraan dapat ditinggalkan untuk kegiatan yang memerlukan waktu panjang. Pengguna tetap harus siap kembali ke charger ketika nomor hampir dipanggil.

Perkiraan waktu tunggu yang tampil di aplikasi dapat berubah. Kendaraan di depan mungkin menyelesaikan pengisian lebih cepat dari perkiraan, membatalkan antrean, atau hanya membutuhkan tambahan daya dalam jumlah kecil.

Sebaliknya, waktu juga dapat bertambah apabila proses pengisian kendaraan sebelumnya berjalan lebih lama. Kondisi baterai, kemampuan charger, suhu, dan kemampuan kendaraan menerima daya ikut menentukan lamanya satu sesi.

Karena itu, angka waktu tunggu sebaiknya diperlakukan sebagai perkiraan, bukan jadwal yang menjamin giliran akan tiba pada menit tertentu.

Pengguna Bisa Mengecek Antrean Sebelum Menentukan Lokasi

Salah satu nilai utama AntreEV adalah kemampuan melihat keadaan pengisian sebelum kendaraan masuk ke area SPKLU. Hal ini memberi kesempatan kepada pengemudi untuk membandingkan beberapa lokasi.

Gregorius menjelaskan pengguna dapat mengetahui kondisi antrean sebelum memilih tempat pengisian. Setelah tiba, pengguna memperoleh nomor dan dapat memantau perkiraan waktu menunggu melalui PLN Mobile.

Informasi seperti ini semakin penting ketika mobil listrik digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Pengemudi tidak hanya harus mengetahui lokasi charger, tetapi juga mempertimbangkan jumlah kendaraan lain yang memakai fasilitas tersebut.

Jika baterai masih memiliki jarak tempuh memadai, pengguna dapat melanjutkan perjalanan menuju SPKLU berikutnya yang lebih lengang. Pilihan tersebut perlu dilakukan dengan perhitungan cadangan energi agar kendaraan tidak sampai ke tingkat baterai terlalu rendah.

Kapasitas charger juga perlu diperhatikan. SPKLU dengan daya lebih besar belum tentu selalu menghasilkan pengisian lebih cepat apabila kendaraan hanya mampu menerima daya pada tingkat tertentu.

Trip Planner Bisa Dipakai Bersama AntreEV

PLN Mobile juga mempunyai Trip Planner yang dapat digunakan bersama AntreEV. Trip Planner membantu pengemudi menyusun rute dan menemukan SPKLU di sepanjang perjalanan berdasarkan kebutuhan kendaraan listrik.

Pengguna yang hendak melakukan perjalanan antarkota dapat menentukan lokasi pengisian sejak awal. Ketika mendekati titik tersebut, keadaan antrean dapat diperiksa kembali melalui aplikasi.

Kombinasi keduanya dapat mengurangi kebiasaan menunggu baterai hampir habis sebelum mencari charger. Strategi tersebut penting pada perjalanan panjang karena pilihan SPKLU berikutnya mungkin berjarak puluhan kilometer.

PLN pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026 mencatat telah tersedia 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik secara nasional. Khusus jalur utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali tersedia 1.681 unit di 994 lokasi.

Jumlah tersebut terus berkembang bersama peningkatan penggunaan kendaraan listrik. Pada periode 12 sampai 31 Maret 2026, PLN mencatat 303.234 transaksi SPKLU dengan konsumsi listrik 7,16 juta kWh. Jumlah transaksinya naik lebih dari empat kali dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Antrean Digital Dibutuhkan saat Pengguna EV Bertambah

Peningkatan jumlah pengisian membuat pengaturan giliran menjadi lebih penting. Masalah tidak terlalu terasa ketika hanya satu atau dua mobil datang dalam satu waktu, tetapi keadaan berbeda ketika beberapa kendaraan tiba hampir bersamaan pada lokasi yang hanya mempunyai sedikit konektor.

Pada periode mudik Lebaran 2026, transaksi harian SPKLU sempat mencapai 18.088 kali pada 23 Maret. Konsumsi energinya mencapai 427.980 kWh pada hari yang sama.

Angka tersebut menunjukkan satu lokasi pengisian dapat menghadapi penggunaan tinggi pada waktu tertentu, terutama rest area tol, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, dan jalur antarkota.

Menambah charger menjadi salah satu penyelesaian, tetapi pembangunan infrastruktur memerlukan lokasi, kapasitas listrik, peralatan, dan investasi. Sementara jumlah charger terus ditambah, sistem antrean membantu kapasitas yang sudah tersedia dipakai secara lebih teratur.

AntreEV pertama kali diperkenalkan PLN pada periode Natal dan Tahun Baru 2025 serta 2026. PLN menyebut sistem tersebut memungkinkan pengguna memperoleh kepastian giliran dan tidak harus terus berdiri di area charger ketika sedang menunggu.

Urutan di Aplikasi Sebaiknya Menjadi Acuan Bersama

Keberadaan sistem digital tidak akan banyak membantu apabila sebagian pengguna memilih antre manual sementara pengguna lain mengikuti PLN Mobile. Perbedaan sistem justru dapat menciptakan dua urutan yang saling bertentangan.

PLN meminta pengguna mengikuti antrean sesuai urutan yang tercatat, memarkir kendaraan dengan rapi, menggunakan fasilitas dengan tertib, serta memindahkan mobil segera setelah proses pengisian selesai.

Sebelum masuk ke barisan kendaraan, pengguna baru sebaiknya lebih dahulu memeriksa apakah lokasi tersebut menerapkan AntreEV. Jika kode QR tersedia dan sistem antrean aktif, urutan digital perlu menjadi pegangan bersama.

Pengemudi juga dapat bertanya kepada petugas SPKLU apabila menemukan perbedaan antara jumlah kendaraan yang terlihat dan nomor yang muncul pada aplikasi. Ada kemungkinan salah satu mobil hanya parkir, belum mengambil antrean, atau menggunakan konektor berbeda.

Mengambil keputusan sendiri berdasarkan posisi mobil dapat membuat giliran tidak sesuai dengan data sistem.

Satu SPKLU Bisa Memiliki Beberapa Jenis Konektor

Jumlah mobil yang berada di lokasi juga tidak selalu menunjukkan semua kendaraan mengantre pada charger yang sama. SPKLU dapat mempunyai lebih dari satu konektor dengan kapasitas berbeda.

Sebagian lokasi menyediakan AC charging, fast charging, hingga ultra fast charging. PLN selama 2026 juga meningkatkan sejumlah SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi dari standard charging menjadi fast charging dan ultra fast charging.

Kendaraan harus menggunakan konektor yang sesuai. Mobil dengan port CCS2 tidak dapat begitu saja menggunakan seluruh konektor yang terlihat tersedia apabila spesifikasinya berbeda.

Kemampuan kendaraan menerima daya juga perlu diketahui. Mobil yang hanya mendukung pengisian DC 60 kW tidak otomatis mengisi dengan 200 kW ketika tersambung ke charger 200 kW.

Kecepatan aktual ditentukan oleh komunikasi antara kendaraan dan charger. Tingkat baterai, suhu baterai, sistem manajemen termal, serta batas daya kendaraan ikut memengaruhi hasil.

Jangan Menahan Charger Setelah Baterai Cukup

Masalah antrean tidak hanya terjadi pada saat kendaraan menunggu. Pengguna yang membiarkan mobil terlalu lama setelah pengisian selesai juga mengurangi kesempatan kendaraan berikutnya.

PLN secara khusus mengimbau mobil segera dipindahkan dari area charging setelah proses selesai.

Pengemudi sebaiknya memperkirakan kebutuhan energi sebelum meninggalkan kendaraan. Jika hanya membutuhkan daya untuk mencapai rumah atau tujuan berikutnya, pengisian tidak selalu harus menunggu baterai mencapai 100 persen.

Pada banyak mobil listrik, kecepatan pengisian DC akan menurun ketika tingkat baterai sudah tinggi. Waktu yang diperlukan untuk mengisi bagian akhir dapat menjadi jauh lebih lama dibandingkan pengisian pada tingkat baterai rendah.

Saat antrean panjang, keputusan mengakhiri pengisian ketika energi sudah mencukupi dapat mempercepat pergantian kendaraan tanpa mengurangi kebutuhan perjalanan pemilik mobil.

Menurut penulis, budaya memakai SPKLU perlu berkembang bersama jumlah kendaraan listrik. Sistem digital dapat mengatur nomor, tetapi rasa saling menghormati tetap ditentukan oleh pengguna yang bersedia datang tepat waktu dan segera memberi ruang kepada kendaraan berikutnya.

Parkir Rapi Membantu Mobil Berikutnya Masuk

Posisi kendaraan juga berpengaruh terhadap kelancaran SPKLU. Kabel charger memiliki jangkauan tertentu, sedangkan posisi port pengisian pada setiap mobil berbeda.

Ada mobil yang menempatkan port di bagian depan, belakang, sisi kiri, atau sisi kanan. Parkir yang terlalu jauh atau mengambil dua ruang dapat menyulitkan kendaraan lain menggunakan konektor yang sebenarnya tersedia.

Sebelum berhenti, pengemudi perlu memperhatikan posisi kabel dan port kendaraan. Hindari memarkir mobil di area charger apabila tidak sedang mengisi atau menunggu instruksi petugas.

Pengguna yang menunggu antrean dapat memakai tempat parkir umum di sekitar SPKLU apabila tersedia. Ketika nomor mendekati giliran, kendaraan baru dipindahkan ke area charger.

Pengaturan sederhana tersebut dapat mencegah jalan masuk tertutup oleh kendaraan yang belum memperoleh giliran.

Jangan Berdebat jika Nomor Antrean Berbeda

Apabila terjadi perselisihan mengenai giliran, langkah pertama sebaiknya memeriksa PLN Mobile dan kode QR yang digunakan. Tunjukkan nomor antrean tanpa melakukan tindakan yang dapat memperbesar perselisihan.

Petugas lokasi dapat dilibatkan apabila tersedia. Pengguna juga dapat memakai layanan pelanggan PLN ketika menemukan masalah pada aplikasi atau mesin.

Pada periode mudik 2026, PLN menyediakan saluran bantuan SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile dan layanan khusus selama 24 jam.

Gangguan teknis juga mungkin terjadi. Kode QR dapat sulit dipindai, internet melemah, aplikasi perlu diperbarui, atau mesin mengalami gangguan komunikasi.

Dalam keadaan seperti itu, urutan kendaraan yang sudah tercatat sebaiknya tetap dihormati sambil menunggu petugas memberikan arahan.

Perbarui PLN Mobile Sebelum Perjalanan Jauh

Pengguna yang jarang membuka PLN Mobile sebaiknya memeriksa versi aplikasi sebelum melakukan perjalanan. Pembaruan dapat membawa perubahan tampilan, perbaikan fungsi, atau dukungan terbaru untuk layanan kendaraan listrik.

Masuk ke akun juga perlu dilakukan sebelum tiba di SPKLU. Menunggu proses login, lupa kata sandi, atau melakukan pembaruan aplikasi ketika nomor antrean sedang berjalan dapat menghabiskan waktu.

Lokasi telepon perlu diaktifkan apabila fitur membutuhkannya untuk membantu menemukan SPKLU sekitar. Koneksi internet juga menjadi bagian penting karena data antrean diperbarui melalui aplikasi.

Bagi pengguna yang melakukan perjalanan bersama keluarga, satu orang dapat membantu memantau PLN Mobile sementara pengemudi tetap fokus di jalan. Pemeriksaan antrean sebaiknya tidak dilakukan oleh pengemudi ketika kendaraan sedang bergerak.

AntreEV Bukan Jaminan SPKLU Tidak Pernah Padat

Sistem antrean tidak menambah kapasitas listrik atau jumlah konektor secara langsung. Pada masa liburan, akhir pekan, atau jalur ramai, pengguna masih mungkin menunggu cukup lama.

Peran AntreEV adalah membuat urutan lebih jelas dan memberikan informasi waktu sehingga pengguna tidak harus menebak siapa yang lebih dahulu datang.

PLN tetap memperluas jaringan fisiknya. Sepanjang 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.655 mesin SPKLU di 3.007 lokasi, naik sekitar 44 persen dari 3.223 unit pada 2024. Jumlah tersebut kembali bertambah menjadi 4.769 unit pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Penambahan lokasi dan sistem digital berjalan sebagai dua bagian yang saling melengkapi. Charger baru mengurangi tekanan pada titik yang ramai, sedangkan AntreEV membantu mengatur pemakaian konektor yang tersedia.

Pengguna tetap perlu membawa cadangan energi yang cukup dan tidak menunggu baterai hampir habis sebelum mencari SPKLU. Dengan ruang baterai yang lebih aman, pengemudi masih memiliki pilihan pindah apabila lokasi pertama terlalu penuh.

Urutan Digital Perlu Menjadi Kebiasaan di SPKLU

AntreEV pada akhirnya bekerja baik jika penggunanya mengikuti aturan yang sama. Memindai kode setelah tiba, memantau nomor, mengonfirmasi dalam dua menit, mengisi sesuai kebutuhan, kemudian segera memindahkan kendaraan merupakan rangkaian yang menentukan kelancaran pergantian pengguna.

Pengemudi yang baru pertama kali memakai SPKLU sebaiknya meluangkan waktu memahami menu Electric Vehicle di PLN Mobile sebelum perjalanan. Mengetahui alur sejak awal mengurangi kebingungan ketika beberapa kendaraan telah menunggu di lokasi.

Bagi pengguna lama, antrean digital juga mengubah kebiasaan. Berdiri di belakang kendaraan lain belum tentu berarti sudah tercatat dalam antrean. Nomor pada AntreEV menjadi bagian yang perlu diperiksa sebelum menganggap giliran telah diperoleh.

Ketika jumlah kendaraan listrik semakin besar dan transaksi pengisian terus meningkat, disiplin semacam ini menjadi semakin penting. Satu kendaraan yang terlambat merespons atau tetap berada di charger setelah selesai dapat memperpanjang waktu tunggu beberapa pengguna berikutnya.

Karena itu, sebelum mencolokkan konektor atau memperdebatkan posisi dengan pengemudi lain, buka PLN Mobile, periksa AntreEV, dan pastikan nomor antrean sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku pada SPKLU tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *