oleh

KONGRES ALUMNI GMNI, KONGRES GAGASAN BUKAN KONGRES CAPRES

Ario Sanjaya Ketua DPD PA GMNI Jakarta Raya.

Jakarta, b-Oneindonesia – Pelaksanaan Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) yang semestinya terlaksana di bulan Juni di Bandung tertunda karena naik nya status pendemi Covid pada level merah beberapa waktu lalu. Seiring keberhasilan pemerintah mengatasi dan menurunkan tingkat pendemi covid pada saat ini jelang perhelatan Kongres direncenakan dilaksanakan di Bandung pada tgl 6-8 Desember 2021 dengan tetap melaksanakan protocol covid 19 secara ketat dan menggunakan system Hibryd sehingga mengurangi kerumunan di lokasi acara. Kongres dilaksanakan secara offline dengan dihadiri 34 utusan DPD PA GMNI tingkat provinsi dan secara virtual dihadiri oleh ratusan DPC tingkat Kota/kabupaten se Indonesia.

Pelaksanaan Kongres ke IV Persatuan Alumni GMNI merupakan rangkaian panjang penggalian ide dan gagasan yang implementatif tentang Nasionalisme Indonesia saat ini dalam menjawab Tantangan Jaman, diisi dan di ikuti oleh Kader kader Alumni GMNI yang memiliki kapasitas tidak di ragukan lagi baik di bidang Keilmuan maupun struktural.

Ide dan gagasan yang impementatif disemua kehidupan berbangsa dan bernegara ini yang nanti nya akan menjadi dasar untuk Pengurus Alumni yang baru menjalankan Amanah Kongres berjuang, bekerja dan mengawal pembangunan masyarakat Indonesia menuju kejayaan yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Kongres Alumni GMNI tidak ada sedikitpun mambahas persoalan Capres yang masih jauh waktu nya, Kongres akan mambahas hal hal yang lebih subtansial terkait penguatan ideologi Nasionalisme Marhaenisme yang implementatif utk dapat memberikan jawaban2 pada masa saat ini dimana kemajuan global sangat pesat ditengah pendemi covid19 supaya Bangsa ini tetap mampu bertahan dan memenangkan pertarungan global, berdiri tegak sebagai bangsa yang Mandiri dan berdaulat, Demikian Disampaikan Ario Sanjaya Ketua DPD PA GMNI Jakarta Raya.

Dalam Upaya melaksanakan hasil putusan Kongres IV PA GMNI nanti tentunya di perlukan Sosok yang Tepat untuk dapat memimpin organisasi yang secara struktur telah merata hadir di seluruh wilayah Indonesia dan Kiprah Alumni GMNi yang telah banyak menduduki posisi penting dalam struktur pemerintahan baik di pusat maupun di daerah, di eksekutif maupun leglisatif dan Lembaga-lembaga Negara. Stock kader Alumni GMNi sangat banyak dan memiliki kemampuan yang luar biasa, Sederet Profesor sudah mulai di gaungkan oleh banyak peserta Kongres.

Figur yang sudah muncul dan layak menjadi caketum di antara nya, Prof. Dr. Arief Hidayat (Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI/Mantan Ketua MK/Hakim MK), Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto (Ketua DPP PDI Perjuangan), Prof Nanang Tyas Puspito (Guru Besar ITB/Ketua DPP Bidang Ideologi) Prof. Muradi, Ph.D (Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan/Ketua DPP PA GMNI Bidang Pertahanan Keamanan), Prof. Dr. Paripurna Poerwoko Sugarda Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Gadjah Mada (Ketua DPD PA GMNI DIY) Prof. Dr. Sri Adiningsih (Guru Besar Bidang Ekonomi UGM/Dewan Pakar DPP PA GMNI), Dra. Eva Kusuma Sundari, MA, MDE Anggota DPR RI Periode 2009 -2014 & 2014 – 2019/Institut Sarinah (Ketua Bidang Riset, Teknologi dan Informasi DPP PA GMNI) yang siap memimpin Alumni GMNI ke depan dan juga banyak nya kader-kader muda seperti Karyono Wibowo (ketua Panitia Kongres IV), Dwi Rio Sambodo (DPRD DKI Jakarta), Rico Sinaga (Komisaris JeExpo), Riano Oscha, Sonni Danaparamitha (DPR RI), Hardly Stefano (Komisioner KPI) dan masih banyak lagi kader2 Alumni GMNi yang tak terhitung jumlah nya ada di berbagai lini pemerintahan maupun non pemerintah yang siap mengisi struktur kepengurusan yang akan dating, demikian di sampaikan oleh Sekretaris DPD PA GMNI Jakarta Raya, Miartico Gea.

Share this:

Komentar

News Feed