oleh

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya : Natuna Diklaim China, Tempur Dengan Diplomasi Langkah Terbaik

-Senayan-352 views

Jakarta,b-oneindonesia-Wakil Ketua Komisi I DPR Teuku Riefky Harsya mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dan pihak TNI dalam menyikapi klaim sepihak China atas Natuna. Menurutnya, siaga tempur dengan terus melakukan diplomasi adalah langkah terbaik.“Tempur dengan diplomasi adalah langkah terbaik,” kata Riefky saat dihubungi, Jumat (4/1/2020).

Riefky menilai langkah yang dilakukan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sudah tepat dengan memanggil Duta Besar RRT, mengirimkan nota protes, dan menyampaikan sikap resmi pemerintah Indonesia.

Politikus Partai Demokrat itu mendorong pemerintah Indonesia melakukan langkah diplomasi sesuai kesepakatan yang berlaku. “Upaya diplomasi perlu untuk terus dilakukan untuk mencegah eskalasi yang tidak diperlukan,” sebut Riefky.

“Apalagi Indonesia merupakan negara yang patuh terhadap aturan-aturan dan hukum-hukum internasional, maka jalur penyelesaian masalah yang tepat harus yang sesuai atau tidak bertentangan dengan aturan-aturan internasional berlaku,” ujar Riefky.

Sebelumnya, China terus berkeras bahwa pihaknya tidak melanggar teritorial negara lain dan merasa bagian Perairan Natuna yang dilewati kapalnya adalah teritorial China. Menlu Retno Marsudi menegaskan tidak akan mengakui klaim sepihak tersebut.

“Indonesia tidak pernah akan mengakui Nine Dash Line, klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum Internasional terutama UNCLOS 1982,” kata Retno di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/1).Sementara itu, TNI pun melaksanakan operasi siaga tempur terkait dengan adanya pelanggaran di kawasan tersebut.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya Yudo Margono, mengatakan operasi siaga tempur dilaksanakan oleh Koarmada 1 dan Koopsau 1 dengan Alutsista yang sudah digelar.

Yaitu tiga KRI dan satu Pesawat intai maritim dan satu pesawat Boeing TNI AU. Dua KRI lagi masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Natuna.

Share this:

Komentar

News Feed