oleh

DPD RI Fahira Idris Minta Wacana Penundaan Pemilu Kuras Energi Bangsa, Lebih Baik Dihentikan

Jakarta, b-Oneindonezia — Di tengah geliat rakyat yang masih harus bersusah payah keluar dari belitan dampak pandemi, masih berpolemik terkait pemindahan Ibu Kota Negara, terus didera kelangkaan minyak goreng dan potensi ancaman kenaikan harga pangan, kini energi rakyat juga harus terkuras soal wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden.

Wacana yang diusung para elite politik ini dinilai tidak mengindahkan situasi rakyat yang saat ini sedang mengumpulkan energi untuk bangkit akibat dua tahun dihantam pandemi.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, harusnya saat ini energi semua elemen bangsa difokuskan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional bukan soal-soal lain yang kontraproduktif dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan perbaikan kesejahteraan rakyat.

Wacana penundaan Pemilu 2024 sebagai konsekuensi dari keinginan para elite politik untuk memperpanjang masa jabatan Presiden yang saat ini menguasai perbincangan publik sama sekali tidak ada manfaatnya untuk mempercepat kebangkitan bangsa yang semua bidang kehidupannya melemah akibat hantaman pandemi.

“Ekonomi kita masih gonjang ganjing, kini ditambah gonjang ganjing politik, benar-benar situasi yang tidak baik bagi bangsa ini saat ini dan ke depan. Kapan kita bisa cepat pulih jika para elite terus melempar wacana yang melahirkan polemik dan polarisasi di tengah masyarakat. Wacana penundaan pemilu kuras energi bangsa, lebih baik dihentikan,” tukas Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (14/3).

Menurut Fahira, saat ini harusnya para pengambil kebijakan dan para pemilik kekuasaan di negeri ini menyatukan masyarakat dengan wacana-wacana yang produktif untuk kebangkitan ekonomi.

Rakyat akan lelah kalau terus menerus harus berpindah dari satu polemik ke polemik lain. Terlebih di saat yang bersamaan persoalan besar sedang menghadang bangsa ini yaitu membangkitkan ekonomi rakyat dari keterpurukan akibat pandemi dan kelangkaan minyak goreng serta ancaman kenaikan komoditas pangan akibat situasi global.

“Baru saja energi bangsa terkuras akibat polemik IKN, disusul kelangkaan minyak goreng yang hingga detik ini belum jelas juntrungannya, kini rakyat harus didera lagi dengan isu wacana penundaan pemilu 2024. Tolonglah kita semua bijak menyikapi kondisi bangsa ini. Rakyat jangan terus menerus di-challenge dengan berbagai isu yang kontraproduktif,” ujarnya.

Share this:

Komentar