oleh

Dalam Rangka Peduli Kesehatan, Kejari Sukamara Adakan Periksa Suhu Tubuh Para Pegawai Guna Cegah Penyebaran Virus Corona

-Berita-550 views

Sukamara, b-Oneindonesia – Kepala Kejaksaan Negeri Sukamara Fajar Sukristyawan mengingatkan para pegawai lebih memperhatikan dan memperdulikan masalah kebersihan.

“Dalam pemeriksaan suhu tubuh ini, juga ada beberapa hal yang kita sampaikan kepada para pegawai terkait kebersihan dilingkungan kerja,” kata Fajar Sukristyawan usai kegiatan, Rabu, 4 Maret 2020.

Dikatakannya, pihak dokter juga telah menyampaikan mengenai gejala, tanda dan cara-cara pencegahan yang bisa dijadikan acuan seluruh pegawai dalam pencegahan penyebaran virus corona.

“Mereka diingatkan terhadap etika atau kebiasaan yang berkaitan erat dengan kesehatan pribadi dan lingkungan, seperti etika batuk dan bersin, serta kebiasaan mencuci tangan yang baik dan benar,” ujarnya.

Fajar menambahkan, sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga melakukan koordinasi kepada Dinas Kesehatan setempat untuk penyediaan saluran siaga virus corona bagi masyarakat di Bumi Gawi Barinjam.

“Yang jelas kita memang harus melakukan pencegahan, dan ini tidak hanya bagi pegawai saya saja, tetapi seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan,” tutur Fajar.

Pihak Kejaksaan Negeri atau Kejari Sukamara melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap pegawai dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona, Rabu, 4 Maret 2020.

“Kegiatan pemeriksaan ini kita lakukan sebagai langkah yang dipandang perlu untuk mencegah dan menanggulangi perkembangan kasus tersebut,” kata Kajari Sukamara, Fajar Sukristyawan.

Dikatakan Fajar, upaya pencegahan yang pihaknya lakukan adalah dengan mendatangkan dokter untuk melakukan pengecekan suhu tubuh seluruh pegawai.

“Pemeriksaan suhu tubuh ini menggunakan alat thermometer yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Sukamara, ini juga untuk mendeteksi kondisi kesehatan jajaran saya,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan, beberapa pegawai memang berada di suhu tubuh diatas 38 °C, namun dokter memastikan bahwa hal tersebut karena faktor kelelahan dalam bekerja.

“Dokter mengatakan ini mungkin karena kecapean karena mereka sering pulang pergi Sukamara-Pangkalan Bun, ini efek kelelahan, selain itu juga sudah diberi obat oleh dokter,” ujar Fajar Sukristyawan.

Share this:

Komentar

News Feed