oleh

ASITA Tantangan Industri Perjalanan Wisata Dalam Agenda South Kalimantan Tourism Business Forum 2019

-Ekonomi-602 views

Jakarta,b-oneindonesia – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) menyebutkan tren turunnya jumlah kunjungan wisata, khususnya wisatawan mancanegara sepanjang 2019 disebabkan beberapa hal. Mulai dari faktor politik, bencana alam serta masih mahalnya harga tiket, selain itu perkembangan teknologi digital turut menjadi tantangan bagi industri perjalanan wisata.Ketua Umum ASITA, Nunung Rusmiati menyebutkan bahwa target kunjungan Wisatawan mancanegara sebanyak 18 Juta ditahun 2019 sulit terpenuhi, mengingat hingga saat ini baru tercatat jumlah wisaman mencapai 15 juta.

Namun demikian, diharapkan pada 2020 target 25 juta pengunjung dapat dicapai didukung semakin meningkatnya upaya pemerintah dalam menarik wisaman termasuk penurunan harga tiket perjalanan.Para pelaku industri perjalanan wisata yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyatakan siap mendukung pemerintah dalam mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2020.

Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati mengatakan bahwa kesiapan tersebut akan diupayakan dengan cara mempromosikan paket-paket wisata secara gencar. “Kami akan menggencarkan promosi paket-paket inbound untuk mendatangkan kunjungan wisman dari border tourism,” katanya dalam acara South Kalimantan Tourism Business Forum 2019 dan MOU ASITA seluruh Indonesia di Gedung Sapta Pesona.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam membangun dan mengembangkan pariwisata di Kalimantan Selatan, setelah sektor pertambangan dan perkebunan lesu dalam kurun lima tahun terakhir ini”, ungkap Sekretaris ASITA Kalsel Hj. Siti Aisyah yang didampingi Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiati (9/12/2019)

ASITA Kalsel juga melakukan MOU dengan ASITA Provinsi seluruh Indonesia. Hal ini agar Provinsi Kalsel kedepannya dapat menggaet lebih banyak wisatawan nusantara untuk dapat berkunjung ke berbagai destenasi wisata andalannya.

“Semoga melalui kerjasama ini kita bisa menggaet lebih banyak turis lokal/mancanegara di Kalsel untuk melanjutkan perjalanan wisata mereka berikutnya ke Kota Banjarmasin,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum ASITA Rusmiati, mengapresiasi langkah pelaku usaha pariwisata Provinsi Kalsel yang ikut bersama-sama bergerak dengan pemerintah daerah dalam memajukan industri pariwisata nasional.
“Sektor pariwisata di era digital ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi setahu saya Provinsi Kalsel sebenarnya memiliki pesona wisata yang tidak kalah bagusnya dengan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Share this:

Komentar

News Feed